Starshade orbital hibrida yang dipasangkan dengan teleskop darat besar untuk mengamati exoplanet mirip Bumi.
Pencarian dunia yang menyerupai Bumi dan berpotensi menopang kehidupan tetap menjadi tujuan utama dalam eksplorasi eksoplanet. Meskipun pencitraan langsung, yang memerlukan pemblokiran cahaya bintang induk, merupakan metode yang ideal, metode ini hanya menyumbang sekitar 1,5 persen dari penemuan eksoplanet terkonfirmasi. Tantangan signifikan dalam pengamatan berbasis darat adalah turbulensi atmosfer yang mendistorsi citra, membatasi efektivitas teknik ini.
Konsep Observatorium Hibrida untuk Eksoplanet Sebumi (HOEE) mengusulkan peningkatan inovatif dengan mengintegrasikan perisai bintang (starshade) yang mengorbit dengan teleskop berbasis darat yang sangat kuat. Studi yang merinci pendekatan hibrida ini, yang dipublikasikan di Nature Astronomy, bertujuan untuk memitigasi distorsi atmosfer dan mencapai kontras tinggi yang diperlukan untuk deteksi langsung. Dr. Ahmed Mohamed Soliman, seorang Ilmuwan dan Teknolog di NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL) / Caltech, memimpin studi yang merinci konsep HOEE ini.
Motivasi di balik HOEE adalah kebutuhan untuk melengkapi misi teleskop ruang angkasa besar, seperti James Webb Space Telescope (JWST), dalam mencari kehidupan di luar tata surya. Konsep ini, yang telah menerima pendanaan dari program NASA Innovative Advanced Concepts (NIAC), mengusulkan perisai bintang berdiameter 99 meter yang ditempatkan di orbit untuk membayangi teleskop darat generasi mendatang. Teleskop darat yang dimaksud termasuk Extremely Large Telescope (ELT), Giant Magellan Telescope (GMT), dan Thirty Meter Telescope (TMT).
Keuntungan utama dari sistem ini adalah mengalihkan tantangan kesempurnaan optik yang melekat pada teleskop ruang angkasa raksasa menjadi rekayasa mekanis untuk objek pasif yang beroperasi bersama teleskop darat yang jauh lebih besar. Optik adaptif canggih pada ELT mampu mengoreksi turbulensi atmosfer, memungkinkan pencitraan yang jernih bahkan dalam kondisi cuaca sedang. Objektif HOEE adalah mengidentifikasi puluhan eksoplanet seukuran Bumi, berpotensi mengkarakterisasi seluruh sistem tata surya dengan cepat, dan mencari biosignatures dalam hitungan jam.
HOEE dipandang sebagai pelengkap penting bagi Habitable Worlds Observatory (HWO), yang direkomendasikan oleh Astro2020 Decadal Survey. GMT, misalnya, akan memiliki area pengumpulan cahaya 368 meter persegi dan kekuatan resolusi sekitar sepuluh kali lipat dari Hubble. HOEE memanfaatkan apertur berbasis darat yang jauh lebih besar, seperti ELT, yang kira-kira enam kali lebih besar dari ukuran cermin yang diproyeksikan untuk HWO, yang peluncurannya dijadwalkan pada dekade 2040-an. Perbedaan ukuran ini menghasilkan resolusi sudut yang secara signifikan lebih besar dan waktu observasi yang lebih cepat dibandingkan HWO.
Jalur ke depan untuk HOEE memerlukan desain lebih lanjut, pengujian, dan pengamanan pendanaan untuk mentransformasikannya dari konsep NIAC menjadi misi fungsional. Keberhasilan HOEE akan membantu menjawab pertanyaan mendasar mengenai kelangkaan Tata Surya kita dan keberadaan atmosfer kaya air dan oksigen pada planet yang berpotensi layak huni.