Penurunan Nyanyian Paus di Pasifik Utara: Cerminan Pemanasan Laut

Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17

Para ilmuwan telah mengamati penurunan yang mencolok dalam nyanyian paus biru dan paus sirip di Samudra Pasifik Utara, khususnya di dalam Ekosistem Arus California (CCE). Fenomena ini, yang dipantau selama enam tahun menggunakan hidrofon yang terpasang di dasar laut, menunjukkan korelasi yang kuat dengan gelombang panas laut berkepanjangan yang dikenal sebagai "The Blob". "The Blob," sebuah peristiwa pemanasan laut yang dimulai pada tahun 2013, menyebabkan suhu perairan naik beberapa derajat di atas rata-rata.

Kondisi ini menciptakan lingkungan yang mendukung berkembangnya alga beracun dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ledakan alga ini berdampak parah pada jaring makanan di CCE, terutama pada populasi krill. Krill merupakan sumber makanan utama bagi paus biru, dan kelangkaannya memaksa paus untuk mengeluarkan energi lebih banyak dalam upaya mencari makan. Para peneliti menduga bahwa stres diet inilah yang menyebabkan penurunan signifikan dalam vokalisasi paus biru, yang dilaporkan mencapai 40% selama periode pengamatan. Fenomena ini digambarkan oleh para ahli sebagai "seperti mencoba bernyanyi saat kelaparan," karena paus menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencari makanan. Penurunan nyanyian paus ini merupakan indikator yang jelas dari dampak luas perubahan iklim terhadap kehidupan laut. Studi lebih lanjut menunjukkan bahwa gelombang panas laut yang terjadi saat ini berlangsung tiga kali lebih lama dibandingkan era 1940-an, yang mengindikasikan perubahan mendasar dalam dinamika lautan. Bahkan paus biru yang mampu menjelajahi pesisir barat Amerika Utara pun kini menghadapi kesulitan dalam mencari makan, sebuah pertanda dampak berskala besar yang memengaruhi seluruh ekosistem laut. Para ahli juga memperingatkan bahwa kondisi ini bisa menjadi titik kritis yang mengubah cara laut menyerap karbon, menyoroti peran penting paus sebagai penanda kesehatan ekosistem laut. Temuan ini menggarisbawahi kerentanan paus biru dan paus sirip terhadap pergeseran lingkungan yang disebabkan oleh iklim. Pentingnya pemantauan berkelanjutan dan upaya konservasi menjadi semakin krusial untuk memahami dan memitigasi dampak jangka panjang dari anomali iklim terhadap ekosistem laut. Peristiwa seperti "The Blob" telah terbukti memiliki efek berjenjang yang menghancurkan, termasuk kematian massal burung laut dan gangguan pada rantai makanan, yang menunjukkan betapa saling terhubungnya semua elemen dalam ekosistem laut.

Sumber-sumber

  • Folder

  • Al Jazeera

  • ScienceDaily

  • Monterey Bay Aquarium Research Institute

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.