Surut Air Laut di Marmara Diduga Fenomena Meteorologis, Bukan Seismik

Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17

The Marmara Sea in #Turkey has retreated about 20 m from the coast. Sandy islands formed on the shore, and in some places the boats ran aground

Fenomena penyusutan permukaan laut yang signifikan teramati di wilayah sekitar Laut Marmara, Turki, khususnya di area Tekirdağ, di mana air dilaporkan surut hingga sekitar 20 meter dari garis pantai semula. Penarikan air yang mencolok ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat lokal dan pengamat lingkungan, mengingat tingkat terendah air laut di wilayah tersebut belum tercatat dalam beberapa tahun terakhir.

Laut Marmara merupakan perairan pedalaman vital yang menghubungkan Laut Hitam melalui Selat Bosporus dengan Laut Aegea melalui Selat Dardanella, memisahkan sisi Eropa dan Asia Turki, dengan luas permukaan total mencapai 11.350 kilometer persegi. Ilmuwan dari Observatorium Kandilli telah memberikan analisis awal atas kejadian ini, mengindikasikan bahwa kemunduran air laut tersebut kemungkinan besar bersifat meteorologis, terkait erat dengan penurunan tajam dalam tekanan atmosfer, dan tidak disebabkan oleh aktivitas seismik.

Meskipun Laut Marmara pernah menghadapi isu lingkungan serius seperti penipisan oksigen parah pada Agustus 2024 dan wabah lendir laut pada tahun 2021 akibat suhu panas berkepanjangan dan nutrisi berlebih, surutnya air kali ini diarahkan pada faktor cuaca sesaat. Para ahli menekankan bahwa meskipun sifat kejadian ini terlokalisasi, pemantauan berkelanjutan terhadap aktivitas matahari tetap relevan dalam konteks jangka panjang, meskipun insiden spesifik ini tidak dikaitkan dengannya saat ini.

Tekirdağ, sebagai salah satu pemukiman utama di sekitar laut tersebut, menjadi titik fokus pengamatan dampak langsung dari fenomena ini. Para ahli ekologi menyoroti urgensi pemantauan fluktuasi permukaan laut secara kontinu karena potensi dampak jangka panjang terhadap keanekaragaman hayati regional dan sektor pariwisata yang menopang ekonomi pesisir. Perubahan pada ekosistem laut, seperti yang terjadi pada terumbu karang akibat kenaikan suhu laut, dapat mengancam keberlanjutan wisata bahari dan keanekaragaman hayati laut secara umum.

Sebagai perbandingan, penyusutan daratan akibat kenaikan permukaan air laut merupakan kenyataan yang dirasakan di berbagai belahan dunia, memicu migrasi dan tekanan sosial ekonomi baru. Kekhawatiran mengenai dampak pada sektor pariwisata di wilayah pesisir seperti Laut Marmara sangat beralasan, mengingat ketergantungan pada kondisi laut yang stabil untuk menarik wisatawan dan mendukung mata pencaharian perikanan. Oleh karena itu, setiap anomali signifikan pada permukaan laut, meskipun bersifat sementara dan meteorologis seperti di Tekirdağ, memerlukan respons cepat dari otoritas terkait untuk memitigasi potensi kerugian ekonomi dan ekologis pada ekosistem pesisir Turki.

20 Tampilan

Sumber-sumber

  • INFOX.ru

  • Новости Mail

  • БелТА

  • INFOX.ru

  • Ведомости

  • Caliber.Az

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.