Kesejahteraan Emosional Kunci Sukses Perjalanan Bersama Hewan Peliharaan

Diedit oleh: Olga Samsonova

Tren pariwisata yang melibatkan hewan peliharaan telah menjadi fenomena signifikan di Indonesia, ditandai dengan peningkatan layanan logistik hewan. Sebagai contoh, KAI Logistik mencatat pengiriman lebih dari 5.200 hewan peliharaan selama periode Nataru 2025/2026, dengan puncak pada 29 Desember 2025 mencapai 926 ekor, mengindikasikan bahwa hewan kesayangan kini diintegrasikan sebagai bagian dari keluarga dalam perjalanan.

Perjalanan yang menyenangkan bagi anjing dan kucing melampaui pemenuhan kebutuhan fisik; kesejahteraan emosional mereka merupakan faktor penentu utama. Para pakar menekankan pentingnya memahami bagaimana hewan memproyeksikan kecemasan saat dihadapkan pada lingkungan baru dan perubahan jadwal harian yang terjadi selama bepergian. Fondasi keamanan emosional dibangun melalui persiapan cermat sebelum keberangkatan, seperti melakukan perjalanan singkat menggunakan kendaraan dan membiasakan hewan dengan kandang atau carrier mereka jauh hari.

Memperkuat rasa kesinambungan bagi hewan juga dapat dilakukan dengan membawa barang-barang yang memiliki aroma rumah yang akrab. Selain itu, sangat penting untuk memastikan kondisi fisik prima melalui pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan sebelum berangkat, serta membawa stok makanan yang cukup untuk menghindari masalah pencernaan akibat pergantian merek mendadak. Ketika tiba di lokasi tujuan, pendekatan paling efektif adalah membiarkan hewan peliharaan melakukan eksplorasi sesuai kecepatan mereka sendiri, dengan pemilik bertindak sebagai titik acuan yang tenang dan stabil.

Menetapkan area aman spesifik, seperti tempat tidur mereka, memberikan rasa aman instan di lingkungan asing. Memaksa interaksi di tempat ramai berpotensi meningkatkan tingkat kecemasan yang sudah ada. Dalam situasi area publik yang padat, peran pemilik sebagai jangkar ketenangan krusial untuk mencegah insiden seperti hewan kabur, yang sering kali merupakan manifestasi ketidaknyamanan emosional. Perilaku destruktif seperti mengunyah perabotan atau menggonggong berlebihan dapat mengindikasikan separation anxiety, kondisi yang dialami oleh 20-40% anjing pada suatu waktu.

Pengenalan dini terhadap sinyal stres sangat vital untuk intervensi yang tepat waktu. Tanda-tanda stres yang perlu diwaspadai meliputi napas terengah-engah, gemetar, atau perilaku mondar-mandir tanpa tujuan. Ketika sinyal-sinyal ini terdeteksi, tindakan segera seperti menghentikan perjalanan sejenak untuk memberikan air dan afeksi diperlukan untuk memulihkan keseimbangan emosional hewan. Jika destinasi melibatkan area pantai, kehati-hatian ekstra harus diterapkan terkait potensi iritasi dari pasir panas dan air laut asin, menuntut penyesuaian jadwal jalan-jalan ke jam yang lebih sejuk dan memastikan hidrasi konstan.

Pertumbuhan tren perjalanan hewan peliharaan ini mendorong penyedia layanan seperti KAI Logistik untuk terus meningkatkan prosedur ketat demi kesejahteraan hewan, termasuk mewajibkan kandang yang sesuai dan pengawasan petugas khusus selama perjalanan.

6 Tampilan

Sumber-sumber

  • Terra

  • Tribuna PR - Paraná Online

  • Forum Business Travel

  • Forbes Brasil

  • Portal Edicase

  • Comport Pet Creche & Hotel Pet

  • Correio Braziliense

  • Revista Oeste

  • Portal Cães e Gatos

  • Biolab

  • Comport Pet Creche & Hotel Pet

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.