Tron Network telah menerapkan pemotongan biaya transaksi sebesar 60%, yang mulai berlaku pada 29 Agustus 2025. Keputusan ini, yang disetujui oleh komunitas Tron Super Representative, bertujuan untuk mengatasi kenaikan biaya transaksi yang disebabkan oleh apresiasi nilai TRX sejak 2024 dan untuk meningkatkan partisipasi pengguna serta memperkuat posisi kompetitif jaringan.
Justin Sun, pendiri Tron, mengumumkan pemotongan biaya ini, menyebutnya sebagai pengurangan terbesar sejak jaringan didirikan pada tahun 2017. Langkah ini merupakan respons terhadap lonjakan biaya transaksi yang dirasakan menghambat partisipasi pengguna dan pengembangan ekosistem. Dengan menurunkan harga unit energi dari 210 sun menjadi 100 sun, Tron memposisikan dirinya sebagai pilihan yang lebih terjangkau untuk berbagai kasus penggunaan bervolume tinggi, termasuk transfer stablecoin dan transaksi mikro. Analisis pasar menunjukkan bahwa pemotongan biaya ini dapat meningkatkan adopsi jaringan secara signifikan, dengan beberapa perkiraan menyebutkan potensi peningkatan adopsi pengguna hingga 45%. Hal ini sejalan dengan tren industri di mana biaya transaksi yang lebih rendah secara historis berkorelasi dengan peningkatan aktivitas jaringan.
Komunitas Tron Super Representative, yang terdiri dari 27 perwakilan terpilih, memainkan peran kunci dalam tata kelola jaringan. Mereka memiliki wewenang untuk mengusulkan dan memberikan suara pada perubahan parameter jaringan, termasuk biaya transaksi. Keputusan untuk memangkas biaya ini mencerminkan komitmen Tron terhadap tata kelola terdesentralisasi dan responsivitas terhadap kebutuhan pengguna. Justin Sun menyatakan keyakinannya bahwa manfaat jangka panjang dari peningkatan keterlibatan pengguna dan volume transaksi akan melampaui dampak profitabilitas jangka pendek.
Tron berencana untuk melakukan tinjauan biaya jaringan secara triwulanan untuk memastikan daya saing dan keberlanjutan, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti fluktuasi harga TRX, aktivitas jaringan, dan tingkat pertumbuhan. Secara historis, Tron telah menjadi platform pilihan untuk transfer stablecoin, memproses lebih dari $80 miliar dalam transaksi USDT setiap tahunnya. Dengan biaya transaksi rata-rata yang sangat rendah, sekitar $0,0003, Tron menawarkan keunggulan kompetitif yang signifikan. Pemotongan biaya sebesar 60% ini semakin memperkuat posisinya, terutama di pasar negara berkembang di mana biaya transaksi seringkali menjadi hambatan adopsi.
Meskipun pemotongan biaya ini disambut baik oleh komunitas, ada diskusi mengenai potensi dampaknya pada pasokan TRX. Pengurangan biaya dapat membalikkan tren pembakaran TRX bersih, yang berpotensi menyebabkan inflasi jika volume transaksi tidak meningkat secara memadai untuk mengimbangi penurunan tingkat pembakaran. Namun, Tron memiliki rekam jejak dalam mengelola tantangan semacam itu, seperti yang terlihat setelah penyesuaian biaya pada tahun 2024 yang mendorong peningkatan penerapan kontrak pintar. Dengan strategi yang berfokus pada pertumbuhan pengguna dan tinjauan berkala, Tron berupaya menyeimbangkan antara daya saing, skalabilitas, dan keberlanjutan jangka panjang.
Sebagai perbandingan, Ethereum, meskipun memiliki ekosistem yang matang, menghadapi tantangan dalam hal efisiensi biaya, dengan rata-rata biaya transaksi yang jauh lebih tinggi dibandingkan Tron. Solana juga berada di antara keduanya, namun masih lebih mahal daripada Tron. Langkah Tron untuk menurunkan biaya transaksi merupakan strategi yang diperhitungkan untuk menarik lebih banyak pengguna dan meningkatkan volume transaksi, yang pada akhirnya diharapkan dapat mengimbangi potensi penurunan pendapatan jangka pendek.