Konsolidasi Harga Solana di Level $145: Dampak Permintaan Institusional dan Tantangan Pertumbuhan Jaringan

Diedit oleh: Yuliya Shumai

Hingga tanggal 13 Januari 2026, pergerakan harga token Solana (SOL) terpantau sedang memasuki fase konsolidasi yang stabil, bertahan di kisaran angka pertengahan $140-an. Secara teknis, periode ini menjadi krusial karena sejak 14 November 2025, aset kripto ini terjebak dalam rentang harga antara $120 hingga $145. Pada kerangka waktu yang lebih besar, terbentuk pola grafik «cup and handle» yang secara tradisional dianggap sebagai indikator kuat akan berlanjutnya tren kenaikan harga. Meskipun level $145 telah menjadi titik resistensi yang cukup tangguh dengan menahan laju reli sebanyak empat kali dalam tiga bulan terakhir, SOL berhasil merebut kembali dan mempertahankan posisinya di atas rata-rata pergerakan (moving average) 50 hari. Fenomena ini menandakan transisi penting dari fase koreksi menuju fase tren naik, sebuah momentum yang belum pernah terlihat lagi sejak akhir September 2025.

Minat dari investor institusional terus memberikan landasan fundamental yang kokoh bagi Solana, yang tercermin dari konsistensi aliran dana masuk bersih ke dalam instrumen spot SOL ETF di Amerika Serikat. Dalam sesi laporan terbaru, tercatat aliran masuk bersih sebesar $10,7 juta, yang mendorong total akumulasi dana sejak awal tahun meningkat dari $1,02 miliar menjadi $1,14 miliar. Sejak pertama kali diluncurkan, total aliran masuk bersih ke dalam ETF SOL telah mencapai angka fantastis sebesar $7,66 miliar. Tren positif ini sangat kontras dengan arus keluar dana yang terjadi pada dana kelolaan Bitcoin dan Ethereum, menunjukkan adanya akumulasi modal yang agresif oleh pemain pasar jangka panjang melalui model akumulasi bertahap. Hingga 9 Januari 2026, total aset bersih gabungan dalam ETF SOL telah melampaui ambang batas $1 miliar, mempertegas dominasi institusional di ekosistem ini.

Di balik antusiasme institusional tersebut, muncul diskusi mengenai pertumbuhan organik basis pengguna jaringan. Berdasarkan data dari Santiment, terjadi perlambatan signifikan dalam akuisisi pengguna baru, di mana jumlah pembuatan alamat dompet mingguan merosot dari puncaknya sebesar 30,2 juta pada November 2024 menjadi hanya sekitar 7,3 juta baru-baru ini. Penurunan ini memicu perdebatan tentang kemampuan Solana untuk mempertahankan momentum penembusan harga tanpa adanya aliran audiens baru yang berkelanjutan. Namun, indikator utilitas jaringan lainnya tetap menunjukkan performa yang impresif. Aktivitas transaksi harian secara konsisten melampaui angka 60 juta selama 750 hari terakhir, sementara jumlah pengguna aktif mingguan (WAU) melonjak hingga 3,5 juta pada pekan lalu, mencapai level tertinggi sejak September 2025.

Salah satu pilar utama yang memperkuat infrastruktur Solana adalah peluncuran klien validator baru bernama Firedancer, yang dikembangkan oleh Jump Crypto. Klien ini secara resmi mulai beroperasi di jaringan utama (mainnet) pada 12 Desember, dan implementasinya pada Januari 2026 dilaporkan telah berhasil meningkatkan kecepatan finalitas (finality) jaringan hingga mencapai 150 milidetik. Kehadiran Firedancer memberikan diversifikasi yang sangat dibutuhkan pada basis klien validator, sekaligus mengurangi risiko sistemik akibat ketergantungan pada satu tumpukan kode saja. Sebelum ini, lebih dari 95% validator menggunakan Agave atau Agave-Jito. Dikembangkan dengan bahasa pemrograman C, Firedancer dirancang untuk mewujudkan visi ambisius Solana dalam memproses lebih dari 1 juta transaksi per detik (TPS).

Dalam cakupan ekonomi yang lebih luas, Solana terus menunjukkan ketangguhan yang luar biasa di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi). Total nilai terkunci (TVL) dalam protokol DeFi di jaringan Solana telah menembus angka $9 miliar pada awal Januari 2026. Selain itu, Solana berhasil mengukuhkan posisinya sebagai blockchain terdepan dalam hal kapitalisasi pasar saham yang ditokenisasi, melampaui pencapaian Ethereum. Keberhasilan ini menggarisbawahi kesiapan jaringan untuk berintegrasi dengan sistem keuangan tradisional (TradFi). Dari sisi teknis, para analis memandang struktur harga saat ini sebagai pola «rounded bottom» yang sempurna, dengan proyeksi kenaikan menuju $190 atau bahkan $200 jika resistensi $145 berhasil ditembus. Target terdekat dari penembusan ini diperkirakan berada di level $180, yang mewakili potensi keuntungan sebesar 25%. Keberhasilan pergerakan harga SOL ke depan akan sangat bergantung pada apakah peningkatan infrastruktur seperti Firedancer mampu memicu kembali minat pengguna baru, atau apakah utilitas yang ada saat ini serta modal institusional sudah cukup untuk mendorong tahap pertumbuhan berikutnya.

3 Tampilan

Sumber-sumber

  • Cointelegraph

  • Bitcoinist.com

  • Coinpaper

  • Vertex AI Search

  • Cointelegraph

  • Investing.com

  • CoinCodex

  • Bitcoinist.com

  • Cointelegraph

  • Access Protocol - HUB

  • Perplexity

  • CryptoRank

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.