
Guncangan Pasar Kripto Global Pasca Pengumuman Kematian Pemimpin Tertinggi Iran
Penulis: Tatyana Hurynovich

Konfirmasi mengenai kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, yang terjadi akibat serangan udara terkoordinasi oleh Amerika Serikat dan Israel pada tanggal 28 Februari 2026, telah memicu gelombang volatilitas yang sangat tajam di pasar keuangan global. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengumumkan keberhasilan likuidasi pemimpin tersebut, sebuah pernyataan yang seketika berdampak pada fluktuasi harga energi dan aset digital, serta memperuncing ketegangan geopolitik yang sudah memanas di kawasan tersebut.
Reaksi yang ditunjukkan oleh sektor mata uang kripto terlihat sangat dinamis dan terbagi dalam dua fase utama. Bitcoin, sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, awalnya mengalami aksi jual panik yang masif pada hari Sabtu, 28 Februari 2026, hingga harganya merosot tajam mendekati level 63.000 dolar AS. Namun, memasuki hari Minggu, 1 Maret 2026, Bitcoin menunjukkan tanda-tanda pemulihan parsial dengan kembali merangkak naik melampaui angka 67.000 dolar AS, sebuah pergerakan yang oleh para pelaku pasar dikaitkan dengan spekulasi bahwa eskalasi militer skala penuh mungkin tidak akan terjadi dalam waktu dekat.
Di tengah situasi krisis yang penuh ketidakpastian ini, pandangan para pakar mengenai masa depan Bitcoin menjadi sangat terpolarisasi. Mike McGlone, seorang analis senior dari Bloomberg Intelligence, menyatakan kekhawatiran mendalam mengenai potensi kejatuhan harga hingga ke level 10.000 dolar AS apabila terjadi skenario kelangkaan likuiditas global yang ekstrem. Di sisi lain, Hayden Hughes selaku mitra pengelola di Tokenize Capital memberikan perspektif berbeda, di mana ia menekankan bahwa stabilitas harga akan sangat bergantung pada bagaimana pasar saham Amerika Serikat merespons saat dibuka kembali serta arus modal yang masuk ke dalam ETF Bitcoin pada hari Senin, 2 Maret 2026.
Pasar mata uang kripto alternatif atau altcoin secara umum bergerak selaras dengan tren yang dibentuk oleh Bitcoin, yakni mengalami kejatuhan drastis akibat kepanikan pada 28 Februari 2026 yang diikuti oleh pemulihan bertahap pada 1 Maret 2026. Secara kumulatif, pasar kripto global harus kehilangan kapitalisasi sebesar 128 miliar dolar AS akibat gelombang likuiditas paksa, meskipun tren pembalikan harga mulai terlihat cukup signifikan menjelang Minggu malam waktu setempat.
Beberapa aset digital utama mencatatkan pergerakan harga yang patut diperhatikan selama periode kritis ini. Ethereum (ETH) tercatat mengalami penurunan antara 3 hingga 4,5 persen menuju kisaran harga 1.835 hingga 1.860 dolar AS pada 28 Februari, sebelum akhirnya berhasil bangkit kembali ke level sekitar 2.000 dolar AS pada 1 Maret seiring dengan sedikit meredanya persepsi risiko di kalangan investor. Sementara itu, Binance Coin (BNB) terkoreksi sebesar 1,64 persen dalam kurun waktu 24 jam ke level 620 dolar AS. Aset populer lainnya seperti Solana (SOL) dan Cardano (ADA) juga tidak luput dari tekanan, di mana keduanya kehilangan nilai sekitar 2 hingga 3 persen, dengan ADA menyentuh level 0,28 dolar AS akibat sentimen negatif yang dipicu oleh ketegangan di wilayah strategis Selat Hormuz.
Kondisi geopolitik saat ini semakin diperumit oleh pernyataan-pernyataan keras dari para pemimpin negara yang terlibat. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dengan tegas menyebut pembunuhan tersebut sebagai sebuah "pernyataan perang terhadap seluruh umat Muslim," sementara pihak Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah melontarkan janji untuk memberikan "hukuman yang sangat berat dan menentukan." Menanggapi hal tersebut, Donald Trump memperingatkan Iran akan adanya balasan yang tak terelakkan jika mereka mencoba melakukan serangan balasan lebih lanjut. Rangkaian peristiwa yang bermula pada 28 Februari 2026 ini, hingga proses adaptasi pasar pada 1 Maret, kini menempatkan Dewan Keamanan PBB di bawah kepemimpinan Amerika Serikat pada Maret 2026 dalam posisi yang sangat krusial untuk menentukan arah stabilitas jangka panjang di Iran dan kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.
4 Tampilan
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.


