Jeda Regulasi: Penutupan Pemerintahan AS Bekukan Tinjauan ETF Kripto, Pasar Tunjukkan Ketahanan
Diedit oleh: Yuliya Shumai
Awal Oktober 2025 di Amerika Serikat menjadi penanda bukan hanya pergantian bulan kalender, tetapi juga gangguan nyata pada mekanisme kerja pemerintahan. Penghentian pendanaan, yang dipicu oleh perseteruan anggaran antara kubu Republik dan Demokrat, memaksa Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) untuk beroperasi dalam mode terbatas. Akibatnya, peninjauan terhadap sejumlah instrumen keuangan prospektif, termasuk enam belas dana investasi yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang terkait dengan nilai mata uang kripto terkemuka seperti Solana (SOL), XRP, Litecoin (LTC), dan Dogecoin (DOGE), secara efektif dibekukan. Peristiwa yang dimulai pada 1 Oktober 2025 ini secara gamblang menunjukkan bagaimana faktor politik eksternal mampu memengaruhi lintasan perkembangan pasar yang inovatif.
Sesuai dengan rencana aksi saat penutupan, departemen-departemen di SEC yang bertanggung jawab atas perdagangan, pasar, dan inspeksi menghentikan sebagian besar kegiatan mereka. Situasi ini menciptakan ketidakpastian bagi para penerbit yang berupaya meluncurkan produk baru yang seharusnya membuka akses ke altcoin bagi kalangan investor yang lebih luas. Berdasarkan informasi dari berbagai sumber, SEC seharusnya meninjau hingga 90 permohonan ETF kripto yang berbeda pada bulan Oktober, mencakup 10 untuk SOL-ETF dan 9 untuk XRP-ETF. Walaupun terjadi kemandekan regulasi, pasar menunjukkan ketahanan yang signifikan. Harga Solana (SOL) tercatat naik sebesar 9% sejak dimulainya penghentian kerja pemerintah. Analis terkemuka, seperti James Seiffart dari Bloomberg, menggarisbawahi bahwa penutupan ini memang mempersulit proses, namun tidak membatalkan pergerakan fundamental industri secara keseluruhan. Kuotasi harga saat ini untuk XRP bertahan di sekitar 2.58 USD, LTC di 97.34 USD, dan DOGE di kisaran 0.209947 USD, sebuah indikasi kuat bahwa pelaku pasar meyakini sifat sementara dari hambatan administratif ini.
Para pakar industri menyatakan keyakinan penuh bahwa regulator akan segera melanjutkan pekerjaannya. Nate Geraci, Presiden NovaDius Wealth Management, meramalkan bahwa begitu kebuntuan politik terselesaikan, "gerbang untuk ETF kripto spot akan terbuka," dan dia mengharapkan gelombang persetujuan massal. Pandangan ini mencerminkan keyakinan yang lebih luas terhadap nilai intrinsik aset-aset tersebut, meskipun terjadi penundaan birokrasi. Sebagai contoh, Canary Capital, yang telah mengajukan perubahan terbaru pada dokumen ETF XRP dan Solana mereka dengan komisi 0.5%, kini terpaksa menunggu. Padahal, analis Eric Balchunas sebelumnya berpendapat bahwa mereka sudah "sangat dekat dengan garis akhir" persetujuan.
Sementara faksi-faksi politik terus bersikeras pada posisi mereka mengenai masalah pendanaan, pertanyaan kunci bagi komunitas kripto adalah kapan SEC akan kembali beroperasi secara penuh. Keterlambatan dalam pengawasan ini, menurut beberapa ahli, berpotensi menimbulkan kegelisahan di pasar berisiko. Namun demikian, dinamika harga yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa para investor memilih untuk berfokus pada prospek jangka panjang, mengabaikan hambatan sementara dalam kinerja aparatur birokrasi. Hal ini terbukti dari kenaikan harga SOL dan ketahanan aset-aset lain di tengah berita penundaan regulasi.
Sumber-sumber
Cointelegraph
Government shutdown could delay new crypto ETF approval
US Government Shutdown Stalls Altcoin ETF Approvals, Yet Market Shows Resilient Momentum
Crypto ETF Approvals at Risk as U.S. Government Shutdown Looms, Warns Bloomberg Analyst
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
