Kepemilikan Anjing dan Variasi Aktivitas Fisik Tingkatkan Harapan Hidup

Diedit oleh: Olga Samsonova

Penelitian jangka panjang secara konsisten menggarisbawahi bahwa faktor gaya hidup memberikan dampak signifikan terhadap panjang usia seseorang, dengan kepemilikan hewan peliharaan, khususnya anjing, dan keragaman aktivitas fisik muncul sebagai kontributor utama. Sebuah meta-analisis komprehensif menunjukkan bahwa individu yang memiliki anjing berkorelasi dengan penurunan risiko kematian akibat segala penyebab sebesar 24 persen selama rentang waktu sepuluh tahun. American Heart Association secara spesifik mengemukakan bahwa kepemilikan anjing dapat menekan risiko penyakit kardiovaskular melalui mekanisme penurunan tekanan darah dan perbaikan profil kolesterol pada pemiliknya.

Para ilmuwan mengaitkan manfaat kesehatan ini sebagian besar dengan peningkatan pergerakan fisik yang diwajibkan oleh kegiatan seperti mengajak anjing berjalan-jalan, namun faktor-faktor seperti peningkatan kesejahteraan mental dan berkurangnya perasaan terisolasi juga memainkan peran penting dalam mempromosikan kesehatan yang lebih baik. Studi lain yang meninjau penelitian selama 70 tahun menegaskan kaitan antara memiliki anjing dengan pengurangan risiko kematian kardiovaskular. Lebih lanjut, penelitian yang mengumpulkan data dari tiga juta orang berusia 40 hingga 80 tahun di Swedia menunjukkan bahwa pemilik anjing menghadapi risiko kematian 33 persen lebih rendah, dan risiko penyakit jantung 11 persen lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak memelihara anjing, terutama bagi mereka yang tinggal sendiri.

Di samping manfaat kepemilikan hewan peliharaan, para ahli menekankan bahwa variasi dalam jenis olahraga yang dilakukan dapat menurunkan risiko mortalitas prematur hingga 19 persen, bahkan jika total durasi aktivitas fisiknya tetap sama. Mereka menyoroti efektivitas tinggi dari apa yang disebut 'camilan olahraga' atau 'exercise snacks', yaitu ledakan aktivitas singkat namun intens. Metode ini terbukti meningkatkan kebugaran jantung dan membantu pembakaran lemak, seperti yang terlihat pada High Intensity Interval Training (HIIT) yang menggabungkan latihan intensitas tinggi dalam waktu singkat dengan periode pemulihan.

Salah satu 'camilan olahraga' yang dianjurkan adalah menaiki tangga, yaitu melakukan dua hingga tiga lantai beberapa kali dalam sehari. Aktivitas ini secara cepat meningkatkan laju detak jantung dan membangun kekuatan tubuh bagian bawah, sebuah langkah langsung untuk melawan risiko yang ditimbulkan oleh gaya hidup sedentari. Aktivitas aerobik secara umum, seperti berjalan cepat, lari, atau berenang, memperkuat otot jantung dan meningkatkan elastisitas pembuluh darah, yang penting untuk menjaga aliran darah tetap lancar. Interaksi dengan anjing juga memberikan dampak positif pada kesehatan mental, seperti mengurangi stres dan memberikan kenyamanan emosional, yang pada gilirannya mengurangi beban kerja ekstra pada jantung. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi hewan peliharaan dan strategi latihan yang beragam merupakan pendekatan holistik untuk mencapai peningkatan signifikan dalam kualitas dan durasi hidup.

8 Tampilan

Sumber-sumber

  • DNyuz

  • Weekly Bangla Mirror |

  • Dog Ownership and Survival After a Major Cardiovascular Event: A Register-Based Prospective Study - PubMed

  • Our Team | Dhruv-Kazi - Beth Israel Deaconess Medical Center

  • Study: Dogs linked to lower heart disease death risk | PetfoodIndustry

  • Pet Ownership and Cardiovascular Risk: A Scientific Statement From the American Heart Association - ACC.org

  • Dog ownership linked to lower mortality rate - ScienceDaily

  • Harvard Health

  • World Health Organization (WHO)

  • BMJ Medicine

  • McMaster Experts

  • Health Research BC

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.