Keterkaitan Kesendirian yang Disengaja dengan Kematangan Emosional dan Kesejahteraan Mental
Diedit oleh: Olga Samsonova
Psikologi modern semakin menegaskan bahwa kemampuan seseorang untuk menikmati waktu menyendiri secara sadar berkorelasi kuat dengan tingkat kematangan emosional dan ketahanan kesehatan mental yang lebih baik. Individu yang merasa nyaman dengan kebersamaan diri sendiri tidak memandang kesendirian sebagai kekosongan, melainkan sebagai ruang esensial untuk bernapas dan memproses pemikiran tanpa interupsi eksternal. Penelitian menunjukkan bahwa apresiasi terhadap kesendirian terjalin erat dengan regulasi emosi yang lebih baik, yang pada gilirannya menumbuhkan ketenangan batin yang mendalam.
Kemandirian emosional, yang dikembangkan melalui kenyamanan dalam kesendirian, berarti kebahagiaan seseorang tidak sepenuhnya bergantung pada kehadiran atau validasi pihak lain. Kemandirian ini secara signifikan mengurangi potensi kepanikan saat terpaksa sendirian dan menurunkan kecenderungan untuk memasuki relasi yang tidak sehat karena berkurangnya kebutuhan akan 'kebisingan' eksternal untuk mengisi kekosongan. Bagi mereka yang secara proaktif mencari waktu menyendiri, laporan mengenai hasil kesehatan mental yang lebih positif dan tingkat stres yang lebih rendah menjadi temuan umum. Para profesional di bidang psikologi menekankan bahwa kesendirian yang diniatkan adalah mekanisme vital untuk mengelola kelelahan baterai sosial dan beban mental berlebih yang sering terjadi dalam masyarakat digital yang bergerak cepat saat ini.
Sebagai contoh, jeda sosial memberikan peluang untuk berimajinasi tanpa gangguan eksternal, di mana banyak ide kreatif dapat muncul ketika pikiran dibiarkan mengembara bebas. Berbeda dengan kesepian, yang merupakan rasa terpisah yang menyakitkan, kesendirian (solitude) adalah pilihan sadar untuk bersama diri sendiri, sebuah bentuk kebijaksanaan diri yang menumbuhkan kejernihan berpikir dan keseimbangan emosi. Penelitian dari University of Reading pada tahun 2023, misalnya, menemukan bahwa orang yang menghabiskan waktu sendiri atas dasar keinginan mereka sendiri mengalami tingkat stres yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang terpaksa menyendiri. Lebih lanjut, studi oleh Nguyen dkk. (2024) dalam Journal of Happiness Studies mengindikasikan bahwa ketika waktu sendiri digunakan untuk aktivitas yang meningkatkan rasa kompetensi—seperti menulis atau membaca—rasa kesepian justru dapat berkurang, menunjukkan bahwa kualitas penggunaan waktu sendiri lebih penting daripada durasinya.
Selain itu, individu yang terbiasa menikmati waktu sendirian umumnya lebih tidak bergantung pada validasi eksternal dan lebih siap menghadapi tantangan hidup tanpa mengalami kepanikan. Kebutuhan akan koneksi sosial yang mendalam tetap krusial, namun kesendirian yang sehat justru dapat meningkatkan kualitas hubungan sosial. Dengan lebih mengenal dan menghargai diri sendiri melalui waktu refleksi, seseorang menjadi lebih mampu hadir secara otentik dalam interaksi dengan orang lain. Kesendirian berfungsi mengisi ulang energi, bukan mengurasnya, memungkinkan individu untuk memberi lebih banyak dalam hubungan.
Di Indonesia, kesepian merupakan fenomena yang marak, terutama pada kelompok dewasa awal usia 18–34 tahun, di mana 79,9% dari 5.211 orang dilaporkan mengalaminya dalam survei yang dilakukan oleh Health Collaborative Center (HCC) pada Desember 2023, menunjukkan adanya hambatan dalam membangun hubungan intim yang mendalam. Oleh karena itu, kemampuan regulasi emosi yang adaptif, seperti cognitive reappraisal (penafsiran ulang kognitif), menjadi komponen penting untuk mengurangi perasaan kesepian, sebagaimana ditunjukkan dalam penelitian pada mahasiswa. Kesendirian yang disengaja menjadi sarana untuk melatih regulasi emosi ini, memperkuat fondasi mental untuk menghadapi kompleksitas kehidupan modern.
8 Tampilan
Sumber-sumber
JawaPos.com
Jawa Pos
Psychology says that people who have always done these things alone have 8 emotional advantages that others never develop
Jawa Pos
BPS - British Psychological Society
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.