Berbagai Ras — Kebetulan atau Rencana?

Penulis: lee author

Berbagai Ras — Kebetulan atau Rencana?-1

Balapan

❓PERTANYAAN:

Saya tertarik dengan hal berikut: asal-usul berbagai ras di bumi — ras Negroid, Mongoloid (ya ampun, istilah apa ini)), dan sebagainya. Belakangan ini saya sering menonton serial yang menampilkan hubungan asmara antar-ras (seperti tren Netflix saat ini), dan ada perasaan kontradiksi yang aneh di dalam diri. Saya pernah mendengar tentang asal-usul yang berbeda dalam sebuah webinar. Bisakah Anda menjelaskannya lebih lanjut?

❗️JAWABAN lee:

Saya juga ingin menambahkan bahwa terdapat temuan arkeologis yang diakui secara ilmiah (dan bahkan lebih banyak lagi yang tidak diakui namun nyata adanya) mengenai setidaknya lima atau enam ras lain yang dianggap telah punah. Beberapa yang baru ditemukan adalah manusia Denisova dan "hobbit" (Homo floresiensis). Mereka semua benar-benar "manusia" yang sudah menggunakan api dan memiliki peralatan kerja.

Mereka bukanlah "nenek moyang", melainkan cabang lain dari manusia sebagai sebuah spesies.

Perbedaan ras merupakan petunjuk langsung bahwa manusia modern adalah hasil adaptasi genetik humanoid untuk berbagai tujuan yang berbeda.

Pada dasarnya, hal ini berakar pada kedatangan umat manusia dari Bintang-Bintang.

Penciptaan ras bukanlah "eksperimen terhadap hewan", melainkan cara untuk mengadaptasi tubuh dari sistem lain agar sesuai dengan gaya hidup di Bumi. Dengan kata lain, ini adalah kemampuan untuk membangun peradaban yang berkelanjutan — mampu mengonsumsi makanan lokal dan menghirup udara Bumi.

Konsep "grounding" atau penjejakan ke bumi tidak dikenal dalam sains modern, namun sangat dipahami oleh mereka yang datang dari Bintang dan memutuskan untuk menetap di sini guna menciptakan siklus inkarnasi mereka sendiri.

Tanpa melakukan penjejakan ini, Anda tidak akan menjadi bagian dari ekosistem planet dan tidak akan bisa sepenuhnya masuk ke dalam kesadaran kolektif Planet. Kita mengenalnya sebagai "Kesadaran Kristus", meskipun itu hanyalah singkatan simbolis di zaman kita, bukan sebuah "medan" yang diciptakan oleh satu orang saja. Kesadaran ini adalah bagian dari planet itu sendiri pada tingkat kepadatan ke-7.

Jadi, melalui serangkaian peristiwa rumit di waktu yang berbeda, ras-ras "pertama" diciptakan, dan kemudian menyusul ras Mongoloid ditambahkan. "Penyisipan" yang lebih baru ini diperlukan untuk menjaga keseimbangan. Legenda di Tiongkok, Korea, dan Jepang memiliki kekhasan tersendiri akan hal ini, sementara eksklusivitas mereka dalam bentuk ultra-nasionalisme serta kecenderungan untuk berpikir kolektif (seperti kawanan) secara langsung menunjukkan asal-usul yang berbeda — mereka diciptakan sebagai warisan langsung dari masyarakat telepati.

Peran "keseimbangan" dari ras-ras Timur Jauh ini mulai terlihat saat ini dan sebentar lagi tiba waktunya bagi mereka untuk menjalankan fungsi tersebut.

Spesies manusia yang telah punah diciptakan untuk tujuan lain, itulah sebabnya mereka tidak ada di dunia modern — mereka telah menyelesaikan tugasnya.

Kebangsaan adalah paradigma yang sangat baru dalam beberapa abad terakhir, yang diterapkan secara artifisial dan berperan untuk memperkuat perpecahan.

Suku bangsa lebih merupakan konsep geografis dan budaya, meskipun karakteristik ini pun berhasil dimanfaatkan untuk mengadu domba manusia, sehingga menciptakan prosedur perang berkelanjutan yang telah berlangsung selama beberapa ribu tahun.

Artinya, ras diciptakan sebagai konsep "grounding" yang canggih untuk membangun peradaban Bumi yang berkesinambungan. Kelompok yang kita kenal sebagai "Anunnaki" berusaha keras menulis ulang sejarah penciptaan ras demi kepentingan mereka dan menobatkan diri sebagai dewa. Namun, mereka melakukan itu setelah banjir besar 12 ribu tahun yang lalu, ketika "ras induk" meninggalkan Bumi agar peradaban kita mengalami penurunan frekuensi sesuai dengan rencana pengembangan umum Galaksi.

Jika ada yang ingin membahas tema tentang "keagungan" atau "pengorbanan" di sini, harap diingat bahwa pembicaraan semacam itu berada dalam paradigma yang sama dengan yang mendukung peperangan. Tujuannya adalah untuk mengalihkan perhatian dari Kekuatan Diri Anda sendiri. Justru dengan pengalihan perhatian inilah manusia berhasil dijauhkan dari fokus pada Dirinya sendiri. Jika tidak demikian, kita tidak akan mungkin terjun begitu dalam ke dalam "zaman kegelapan".

Namun saat ini kita sedang mengingat kembali asal-usul kita, dan setiap orang memiliki akses ke memori tentang "Siapa Aku" — inilah hal terpenting yang sedang terjadi sekarang, terlepas dari "agenda harian" yang dibuat oleh media massa.

5 Tampilan

Sumber-sumber

  • Сайт автора lee

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.