Sekjen Partai Vietnam To Lam Teken Lima Dokumen Kerja Sama Strategis di Pyongyang

Diedit oleh: Tatyana Hurynovich

Sekretaris Jenderal Partai Komunis Vietnam, To Lam, beserta delegasi tingkat tinggi, menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Pyongyang, Korea Utara, pada 10 Oktober 2025. Perjalanan ini menegaskan kembali jalinan persahabatan kedua negara dan menandai lawatan pertama seorang pemimpin puncak Vietnam ke Korea Utara dalam kurun waktu hampir dua dekade. Momen bersejarah ini bertepatan dengan perayaan 80 tahun berdirinya Partai Buruh Korea (WPK), sebuah acara yang juga dihadiri oleh delegasi penting dari negara sosialis lain, termasuk Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang dan perwakilan dari Rusia.

Inti dari kunjungan tersebut adalah formalisasi kemitraan melalui penandatanganan lima dokumen kerja sama strategis antara delegasi Vietnam dan otoritas Korea Utara. Kesepakatan yang dicapai mencakup peningkatan hubungan diplomatik melalui Perjanjian Kerja Sama antara Kementerian Luar Negeri kedua negara, serta penguatan sektor keamanan melalui Protokol Kerja Sama Pertahanan. Selain itu, Memorandum Kesepahaman (MoU) ditandatangani yang berfokus pada bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan, yang menggarisbawahi komitmen bersama untuk berbagi pengetahuan medis dan sumber daya.

Kolaborasi juga diperluas ke ranah informasi dan ekonomi. Perjanjian Kerja Sama antara kantor berita Vietnam News Agency (VNA) dan Korean Central News Agency (KCNA) telah disepakati, bersamaan dengan MoU antara Federasi Perdagangan dan Industri Vietnam dengan Kamar Dagang Korea Utara. Langkah-langkah ini secara eksplisit bertujuan memajukan pertukaran informasi dan mendorong laju kerja sama perdagangan antara kedua negara.

Kunjungan ini memiliki bobot diplomatik yang signifikan, mengingat kunjungan terakhir pemimpin Vietnam ke Pyongyang dilakukan oleh Nong Duc Manh pada tahun 2007. Dalam pertemuan bilateralnya dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, pada 9 Oktober, kedua belah pihak menegaskan keinginan untuk membawa hubungan mereka ke tingkat yang lebih tinggi. Kim Jong Un menekankan bahwa lawatan ini memberikan momentum kuat untuk memperdalam pemahaman timbal balik dan memperkuat kepercayaan politik. Upaya Hanoi untuk menavigasi lanskap geopolitik yang dinamis ini terlihat jelas, mengingat To Lam juga mengunjungi Korea Selatan pada Agustus 2025.

Kedua negara, yang merayakan 75 tahun hubungan diplomatik pada tahun 2025, kini menata ulang kemitraan mereka sebagai katalisator untuk pembangunan sosialis masing-masing dan stabilitas kawasan yang lebih luas. Formalisasi kelima perjanjian tersebut merupakan pernyataan bahwa di tengah arus perubahan global, terdapat ruang bagi negara-negara untuk memperkuat fondasi kerja sama yang telah dibangun melalui sejarah panjang, termasuk dukungan historis yang pernah diberikan Korea Utara kepada Vietnam Utara.

Sumber-sumber

  • Reuters

  • Tuoi Tre News

  • Lao Dong News

  • VietnamPlus

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.