AS dan Tiongkok Capai Kesepakatan Kerangka Kerja TikTok, Menghindari Potensi Larangan
Diedit oleh: Tatyana Hurynovich
Amerika Serikat dan Tiongkok telah mencapai kesepakatan kerangka kerja yang memungkinkan TikTok untuk terus beroperasi di AS, sebuah langkah yang menghindari potensi larangan terhadap aplikasi media sosial populer tersebut.
Kesepakatan ini dicapai dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di Madrid pada 15 September 2025, yang dihadiri oleh pejabat kunci dari kedua negara. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, mengumumkan pencapaian kerangka kesepakatan ini, yang mensyaratkan adanya pergeseran kepemilikan operasional TikTok ke entitas yang dikontrol oleh AS. Meskipun rincian spesifik mengenai struktur kepemilikan baru tersebut belum diungkapkan, langkah ini menandai kemajuan signifikan dalam negosiasi yang telah berlangsung lama antara kedua negara.
Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, mengindikasikan kemungkinan perpanjangan tenggat waktu yang sebelumnya ditetapkan pada 17 September, namun hanya jika kerangka kesepakatan telah ada. Pertemuan di Madrid ini merupakan bagian dari serangkaian dialog ekonomi yang lebih luas antara AS dan Tiongkok, yang juga mencakup pembahasan mengenai tarif perdagangan dan upaya penanggulangan perdagangan ilegal seperti fentanil. Wakil Perdana Menteri Tiongkok, He Lifeng, turut serta dalam diskusi tersebut, menunjukkan pentingnya isu-isu ini dalam hubungan bilateral kedua negara.
Sebelumnya, AS telah mengancam akan melarang TikTok jika Tiongkok tidak mengabulkan tuntutan terkait konsesi tarif dan pembatasan teknologi dalam kesepakatan divestasi. Kesepakatan kerangka kerja ini dicapai setelah negosiasi yang intensif, mencerminkan upaya kedua negara untuk menavigasi kompleksitas hubungan ekonomi dan teknologi. Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dijadwalkan untuk mendiskusikan lebih lanjut perkembangan ini.
Perundingan sebelumnya di Stockholm pada Juli 2025 telah menghasilkan kesepakatan prinsip untuk memperpanjang gencatan senjata perdagangan selama 90 hari, yang memungkinkan kembali masuknya mineral tanah jarang Tiongkok ke pasar AS. Trump sendiri telah menyetujui perpanjangan tarif atas barang Tiongkok hingga 55% yang berlaku hingga 10 November 2025. Perkembangan ini penting mengingat TikTok menghadapi potensi larangan di AS pada 17 September kecuali jika ByteDance, perusahaan induknya, menjual operasinya di Amerika. Kekhawatiran keamanan nasional terkait akses data pengguna oleh pemerintah Tiongkok telah menjadi pendorong utama di balik tekanan AS.
Meskipun kesepakatan kerangka kerja ini memberikan kelegaan sementara, detail implementasi dan kepatuhan terhadap persyaratan keamanan nasional akan terus menjadi fokus utama. Peran He Lifeng sebagai negosiator utama Tiongkok dalam perang dagang dengan AS semakin sentral, mencerminkan pergeseran strategi Beijing dalam negosiasi internasional. Ia dikenal sebagai figur yang bekerja di balik layar namun memiliki pengaruh besar dalam pengelolaan ekonomi Tiongkok. Keberhasilan negosiasi ini juga mencerminkan upaya berkelanjutan untuk menjaga stabilitas hubungan ekonomi global di tengah ketegangan geopolitik yang ada.
17 Tampilan
Sumber-sumber
Reuters
TikTok could be banned in the U.S. by September 17 if China blocks sale
Trump Says TikTok Has a Buyer, Extends Divestment Deadline to September 2025
TikTok US Sale Faces More Challenges With 59 Days Remaining
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.



