ZICO dan Lilas (ikura YOASOBI) Berkolaborasi dalam 'DUET': Dua Bahasa Menyatu dalam Satu Irama

Diedit oleh: Inna Horoshkina One

ZICO (지코), Lilas (Ikura dari YOASOBI) 'DUET' MV resmi

Pada tanggal 19 Desember 2025, ZICO secara resmi meluncurkan single digital terbarunya yang berjudul 'DUET'. Kolaborasi ini menggandeng Lilas Ikuta, yang lebih dikenal sebagai ikura dari duo populer YOASOBI. Tak lama setelah rilis digital, mereka segera menyusul dengan peluncuran video musik resmi yang mengiringi lagu tersebut.

Lagu 'DUET' ini terasa seperti sebuah dialog harmonis antara dua warna suara, bukan pertarungan untuk mendominasi. Teknik rap ZICO yang khas tidak menenggelamkan kejernihan vokal Lilas; sebaliknya, ia justru memberikan ruang agar vokal Lilas dapat berfungsi sebagai lapisan ritmis kedua yang mengalir. Keunikan lainnya terletak pada liriknya yang memadukan bahasa Korea dan Jepang. Ini bukan sekadar upaya untuk terdengar internasional, melainkan sebuah alat dramatis yang efektif; makna lagu bergerak dinamis, layaknya sebuah kamera yang berpindah fokus antara dua titik pandang.

Aspek yang paling menarik dari proyek ini adalah bagaimana konsep ide tersebut diterjemahkan menjadi bentuk fisik. Bersamaan dengan peluncuran musik, diperkenalkan pula konsep merchandise berupa perhiasan. Perhiasan ini dirancang sedemikian rupa sehingga dua bagian dapat terhubung menggunakan magnet, secara harfiah mewujudkan 'duet' sebagai sebuah gestur pertemuan yang saling mengunci. Ini merupakan contoh langka di mana merchandise bukan hanya sekadar pelengkap desain, melainkan perpanjangan dari komposisi musik itu sendiri melalui medium yang berbeda.

Bagi ZICO, kolaborasi ini merupakan langkah logis dalam membangun jembatan antara K-Pop dan musik Jepang. Setelah sukses dengan 'SPOT! (feat. JENNIE)' dan partisipasinya dalam kolaborasi Jepang m-flo loves ZICO bersama eill dalam lagu 'EKO EKO' pada 18 Juni 2025, ZICO kembali membuktikan bahwa aspek internasionalitas adalah bagian struktural dari karyanya, bukan sekadar slogan pemasaran.

Di sisi Lilas, perilisan ini sangat relevan dengan siklus solo terbarunya. Album solo keduanya, yang berjudul “Laugh”, telah dirilis secara digital pada 10 Desember 2025, dengan rencana rilis CD fisik yang akan menyusul kemudian. Integrasi dalam 'DUET' ini memperkuat posisi Lilas dalam kancah musik saat ini.

Industri musik mulai mengaitkan dampak besar kolaborasi ini dengan ajang Melon Music Awards 2025. Upacara penghargaan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 20 Desember 2025 di Gocheok Sky Dome, Seoul. Penentuan pemenang di kategori utama menggunakan bobot faktor yang terbagi: 60% digital / 20% voting penggemar / 20% panel ahli. Hal ini menunjukkan bahwa pasar sedang mencari keseimbangan antara popularitas masif dan kualitas pengaruh artistik.

Detail penting lainnya adalah aspek visual: video musik lagu ini direkam di Jepang. Keputusan ini memastikan bahwa dimensi geografis dari duet tersebut tidak hanya diceritakan, tetapi juga divisualisasikan, menjadi akord visual yang mendukung lirik dwibahasa tersebut.

Langkah ZICO selanjutnya dalam membangun jembatan ini akan berlanjut melalui konser. Pada awal tahun 2026, tepatnya 7 Februari 2026, ZICO dijadwalkan menggelar konser solonya di Tokyo, bertempat di Keio Arena Tokyo. Ini akan menjadi penampilan tunggalnya di sana setelah jeda delapan tahun.

Pada akhirnya, konsep 'keinternasionalan' terkadang hanyalah strategi pemasaran. Namun, dalam kasus GAYA ONE, ini adalah akustik murni dari kesatuan. Ketika dua bahasa tidak saling bersaing, melainkan merangkai pola bersama dalam satu frekuensi yang sama. 'DUET' memberikan resonansi seperti itu: kita mungkin berjumlah banyak, tetapi kita adalah satu musik.

75 Tampilan

Sumber-sumber

  • Bollywood Hungama

  • tenasia

  • Billboard Philippines

  • MK

  • Korea JoongAng Daily

  • FAN N STAR

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.