Melodi Alternatif Korea di Spotify dan Rilisan Hangat dari 2Baba

Diedit oleh: Inna Horoshkina One

The Black Skirts (검정치마) - Masalah Remaja di Dirty Jersey - [FILM PENDEK] 2022

Bulan Desember selalu menjadi momen bagi layanan streaming untuk menyajikan peta suara global sepanjang tahun. Dalam rangkuman Spotify Wrapped 2025, terlihat pergeseran signifikan: selain dominasi K-pop yang gemerlap, kini mulai terlihat jelas denyut musik alternatif Korea yang selama ini hidup di pinggiran. Ini menandakan bahwa telinga pendengar dunia mulai terbuka pada spektrum musik Korea yang lebih luas.

DAY6 "Time of Our Life (Agar Bisa Menjadi Satu Halaman)" M/V

Angka-angka berikut berbicara lebih lantang daripada sekadar slogan promosi. Musik Korea yang selama ini kurang terdengar kini menunjukkan peningkatan substansial:

Putar sekarang musik baru 'Balling' dari 2Baba.

  • K-indie: Melonjak 68% dalam jumlah pemutaran sepanjang tahun.
  • K-rock: Mencatat kenaikan 16% dibandingkan tahun sebelumnya.

Peningkatan ini bukanlah hasil dari satu lagu viral semata. Ini adalah momen ketika audiens global seolah berkata, “Tunjukkan pada kami apa lagi yang Anda miliki, selain para idola.”

Di tangga lagu global, nama Car, the Garden mulai menanjak berkat lagu berjudul Close Yet Far. Karya ini berada di ambang batas antara kedekatan dan kejauhan; melodinya cukup sederhana untuk langsung menarik perhatian, namun cukup bernuansa untuk bertahan lama. Sementara itu, K-rock masih dikuasai oleh DAY6. Mereka berhasil mengamankan tiga dari lima posisi teratas, dengan lagu You Were Beautiful kembali menduduki peringkat nomor satu. Lagu dari tahun 2017 ini terbukti abadi, terus menemukan generasi pendengar baru setiap tahunnya.

Situasi di Korea Selatan sendiri sejalan dengan tren global ini. Dalam daftar putar teratas di sana, kita menemukan nama-nama seperti DAY6, The Black Skirts, BOL4, Hanroro, dan 10CM. Menariknya, lagu yang paling banyak didengarkan bukanlah rilisan terbaru, melainkan yours dari Damons Year yang berasal dari tahun 2019. Keheningan dan kejujuran yang terekam beberapa tahun lalu ternyata lebih dibutuhkan pendengar daripada sensasi sesaat yang cepat berlalu.

Pertumbuhan ini bukan semata-mata terjadi secara organik. Platform streaming jelas memberikan dukungan aktif terhadap gelombang ini. Program penemuan artis seperti Fresh Finds dan RADAR menjadi motor penggerak. Selain itu, kolaborasi lokal, misalnya antara CJ Cultural Foundation dengan etalase Tune Up Meets Fresh Finds, turut memperkenalkan artis seperti jisokuryClub, can’t be blue, dan There’s A Tuesday ke khalayak yang lebih luas.

Algoritma di sini berperan bukan sebagai megafon iklan, melainkan sebagai editor yang cermat. Ia tidak hanya menyajikan hal yang sudah jelas, tetapi secara aktif membantu mengangkat karya-karya yang sebelumnya hanya dikenal di klub-klub kecil atau gang-gang sempit Seoul. Ini adalah momen langka ketika layanan global tidak hanya mengekspor citra K-pop yang sempurna, tetapi juga menunjukkan 'ruang-ruang internal' Korea—ruang bawah tanah, loteng, dan studio latihan remang-remang tempat kebenaran musik yang berbeda bersemayam.

Sementara Korea menunjukkan sisi sunyinya kepada dunia melalui Wrapped, benua lain justru memberikan penekanan yang berbeda. Tepat pada 12 Desember 2025, ikon Nigeria, 2Baba (2Face Idibia), merilis dua single sekaligus: Balling dan Celebrate. Satu lagu terasa seperti respons yang terukur dan gigih terhadap dunia, sementara yang lain adalah ungkapan syukur yang jernih dan sederhana: kita hidup dan patut bersyukur.

Lebih awal lagi, pada 21 November, EP berjudul Rebirth telah dirilis. Berisi enam trek, karya ini tidak hanya memuat pengalaman hidupnya, tetapi juga keinginan untuk menegaskan kembali posisinya dalam peta suara Afrika. Dalam momen peringatan ini, pesan yang disampaikan sangat kuat: bukan sekadar 'merayakan', tetapi 'kembali tampil dan terus bersuara'.

Kontribusi Musik Pekan Ini bagi Suara Global

Jika kita gabungkan bisikan indie Korea, ketahanan rock dari DAY6, dan suara hangat 2Baba, pekan ini menjadi pelajaran tentang pentingnya 'pendengaran yang multidimensi'.

Pekan ini mengingatkan kita pada beberapa hal penting:

  • Korea bukan hanya pabrik grup idola, melainkan memiliki panggung indie yang hidup, di mana lagu-lagu memiliki daya tahan bertahun-tahun.
  • Afrika bukan hanya tentang ledakan hit sesaat, melainkan tentang lintasan panjang di mana ritme membantu menyatukan kembali komunitas.

Pada intinya, semua ini bermuara pada satu hal: kejujuran batin yang mampu melampaui tren sesaat. Kita mungkin berbeda dalam bahasa, platform, dan genre. Namun, jika semua lapisan pemasaran dihilangkan, yang tersisa adalah kesadaran sederhana: kita berbeda, tetapi kita selaras dalam ritme satu sama lain dalam simfoni planet ini.

14 Tampilan

Sumber-sumber

  • Outlook Respawn

  • Premium Times Nigeria

  • AzerNews

  • Outlook Respawn

  • Korea JoongAng Daily

  • The Korea Herald

  • YouTube Music

  • THISDAYLIVE

  • A Slice Of Naija

  • Guardian Life

  • TheCable Lifestyle

  • MUSIC REVIEW: In 'Balling' 'Celebrate,' 2Baba responds to scrutiny with restraint

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.