Ilmu di Balik Peningkatan Rasa Sup Setelah Pendinginan Semalam

Diedit oleh: Olga Samsonova

Para pakar kuliner secara konsisten menggarisbawahi bahwa hidangan berkuah seperti sup dan semur menunjukkan peningkatan kualitas rasa yang signifikan ketika dikonsumsi pada hari berikutnya. Fenomena ini bukan sekadar mitos kuliner, melainkan hasil dari proses kimia dan fisik yang terjadi selama periode pendinginan dan penyimpanan.

Chef Greg Garrison mengemukakan bahwa proses pendinginan memungkinkan kaldu untuk menyerap secara lebih efektif rasa dari semua komponen padat, yang pada akhirnya menghasilkan pembumbuan yang lebih seimbang dan terintegrasi dalam hidangan. Ilmuwan pangan Jessica Gavin menyoroti peran krusial dari difusi, yaitu migrasi lambat senyawa terlarut seperti asam dan garam, yang memastikan distribusi bumbu yang merata di seluruh volume masakan. Difusi didefinisikan sebagai perpindahan molekul zat dari area dengan konsentrasi tinggi ke area dengan konsentrasi rendah, sebuah proses transport pasif yang tidak memerlukan energi tambahan.

Dalam konteks sup, proses ini berarti molekul rasa yang awalnya terkonsentrasi di sekitar potongan daging atau sayuran kini menyebar secara homogen ke dalam cairan dasar. Periode waktu tambahan yang diberikan—seringkali semalam di lemari pendingin—memungkinkan rempah-rempah dan bahan-bahan lain untuk meresap secara mendalam ke dalam cairan, menghasilkan profil rasa yang lebih kaya dan berlapis, terutama pada hidangan kompleks seperti gulai atau goulash.

Selain itu, ketika daging dimasak, kolagen mulai mencair di atas suhu 140°F. Setelah diangkat dari api, daging membutuhkan waktu untuk menyerap kembali cairan yang hilang, dan proses penyerapan kembali cairan serta lemak yang mengandung rasa ini berkontribusi pada tekstur dan kedalaman rasa yang lebih baik keesokan harinya. Perubahan kimia lebih lanjut juga terjadi seiring waktu; protein terurai dan lemak yang memberikan rasa perlu waktu untuk berbaur dengan bahan-bahan lain dalam resep. Bahkan, molekul kimia seperti klorin dari air keran membutuhkan waktu untuk menguap sepenuhnya, yang juga berkontribusi pada peningkatan rasa keseluruhan.

Ahli kuliner lain, seperti Chef River Hill, mengonfirmasi bahwa seiring berjalannya waktu, rasa-rasa dalam sup akan menyatu, dengan bumbu yang lebih kuat terdistribusi lebih merata dan bahan-bahan menyerap kaldu secara maksimal. Proses ini memastikan bahwa setiap sendok sup menawarkan pengalaman rasa yang lebih terpadu dan kompleks dibandingkan saat hidangan tersebut pertama kali disajikan dalam keadaan panas. Pengamat kuliner juga mencatat bahwa memanaskan kembali sup setelah didiamkan semalaman, yang melibatkan siklus panas-dingin-panas, secara aktif membantu dalam proses peresapan rasa tersebut. Dengan demikian, peningkatan rasa sup keesokan harinya adalah demonstrasi nyata dari prinsip-prinsip termodinamika dan kimia pangan yang bekerja secara sinergis dalam dapur.

9 Tampilan

Sumber-sumber

  • detik food

  • Info Nasional

  • Hilton Head Island Seafood Festival

  • Famous Birthdays

  • IDN Times

  • CanvasRebel Magazine

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.