SGIFF Ke-36 Dibuka dengan Penjualan Tiket Rekor dan Debut Penyutradaraan Shu Qi
Diedit oleh: An goldy
Festival Film Internasional Singapura (SGIFF) edisi ke-36 resmi dibuka pada 26 November 2025, memulai rangkaian program selama dua belas hari. Momen pembukaan ini ditandai dengan pemutaran perdana film 'Girl', yang merupakan karya penyutradaraan perdana dari bintang internasional ternama, Shu Qi. Sejak didirikan pada tahun 1987, SGIFF telah memantapkan dirinya sebagai salah satu forum budaya sinema terpenting di Asia, dan pembukaan kali ini sukses menarik perhatian komunitas film global.
Upacara pembukaan berlangsung meriah di Sands Theatre. Kehadiran Shu Qi sendiri, bersama dengan pemeran utama Bai Xiao-Ying, Duta Festival Rebecca Lim, dan Menteri Pembangunan Digital dan Informasi Josephine Teo, menambah semarak acara tersebut. Festival yang akan berlangsung hingga 7 Desember 2025 ini telah menunjukkan indikasi kesuksesan komersial yang luar biasa. Data menunjukkan bahwa peningkatan total penjualan tiket mencapai 52 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menandakan minat publik yang sangat tinggi terhadap program yang ditawarkan.
Secara keseluruhan, gelaran SGIFF ke-36 ini menampilkan 121 film yang berasal dari lebih dari 45 negara. Antusiasme terhadap program festival ini sebagian besar didorong oleh partisipasi para maestro perfilman dunia. Sebagai contoh nyata, tiket untuk pemutaran spesial film 'Silent Friend' serta sesi 'Bincang Bersama Tony Leung' ludes terjual hanya dalam waktu sepuluh menit setelah penjualan dibuka. Aktor legendaris Hong Kong, Tony Leung, yang dikenal melalui karya ikonik seperti 'In the Mood for Love' (2000) dan 'Infernal Affairs' (2002), dijadwalkan hadir bersama sutradara film tersebut, maestro asal Hungaria, Ildiko Enyedi. Sesi dialognya, yang akan dipandu oleh Rebecca Lim, dijadwalkan pada 28 November pukul 19:00 di Marina Bay Sands Convention Centre.
Karya Shu Qi yang semi-autobiografi, 'Girl', yang mengisahkan perjalanan masa remaja di Taipei era 1980-an, tidak hanya menjadi film pembuka, tetapi juga berhasil menjual habis seluruh sesi pemutarannya. Hal ini berpotensi membawa SGIFF mencetak rekor pendapatan box office baru. Selain itu, aktris sekaligus sutradara peraih penghargaan Golden Horse ini juga akan memperkenalkan filmnya yang lain, 'Resurrection', dalam segmen 'Undercurrent', yang juga mendapat sambutan hangat dari penonton.
Keberhasilan festival ini meluas hingga mencakup produksi lokal. Beberapa film Singapura, seperti 'The Old Man and His Car', dilaporkan habis terjual pada hari pertama penayangan. SGIFF 2025 semakin memperkuat komitmennya dalam mendukung sinema domestik, dengan menyajikan lebih dari 30 film panjang dan pendek karya sineas Singapura. Fokus utama pada segmen 'Singapore Panorama' adalah untuk menyoroti isu-isu sosial yang terus berkembang melalui narasi-narasi khas lokal.
Festival ini juga memberikan penghormatan kepada tokoh-tokoh perfilman terkemuka. Aktris Korea Selatan peraih Oscar, Youn Yuh-jung, yang namanya melambung lewat film 'Minari', akan dianugerahi penghargaan 'Screen Icon Award'. Sementara itu, sutradara Deepa Mehta akan menerima 'Cinema Honorary Award'. Inisiatif-inisiatif ini, ditambah dengan adanya platform SGIFF Pro yang bertujuan mengembangkan talenta regional, semakin mengukuhkan posisi SGIFF sebagai pusat kebudayaan sinema yang vital di kawasan Asia Tenggara.
Sumber-sumber
Television Asia Plus
Mothership.SG - News from Singapore, Asia and around the world
Screen
CNA Lifestyle
Alvinology
Variety
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
