Pada 24 April 2026, aktivitas Matahari terus mengalami peningkatan. Pada pukul 08:13 UTC, hanya berselang tujuh jam setelah ledakan X2.4 di pagi hari, sebuah ledakan kuat baru dengan kelas yang sama kembali tercatat, yakni X2.5, atau menurut data yang telah diperbarui sebesar X2.52. Peristiwa ini terjadi di kelompok bintik Matahari yang sama, yaitu wilayah 4419, yang sebelumnya juga telah menunjukkan aktivitasnya di pagi hari.
Citra yang ditangkap oleh observatorium luar angkasa dengan jelas menunjukkan kilatan terang dalam spektrum sinar-X, yang merupakan salah satu lonjakan aktivitas paling mencolok dalam beberapa pekan terakhir.
Wilayah 4419 yang terletak di bagian barat laut piringan Matahari menunjukkan struktur magnetik yang kompleks. Dari wilayah inilah ledakan kelas X pertama pada hari itu berasal. Kini, pada paruh kedua hari tersebut, wilayah itu kembali "meletus". Para ahli mencatat bahwa peristiwa berulang di satu wilayah aktif seperti ini merupakan tanda nyata dari ketidakstabilan atmosfer Matahari yang terus berlanjut. Selama 24 jam terakhir, berdasarkan data pengamatan, Matahari telah menghasilkan beberapa ledakan kelas M, dengan yang terkuat mencapai skala M4.9.
Saat ini, detail rincian mengenai lontaran massa korona (CME) yang menyertainya masih terus dipastikan. Namun, melihat posisi wilayah yang berada lebih dekat ke pinggir piringan Matahari, kemungkinan besar tidak akan terjadi dampak langsung ke Bumi, serupa dengan kejadian pada pagi hari tadi. Prakiraan resmi untuk beberapa hari ke depan menunjukkan aktivitas yang moderat: peluang terjadinya ledakan kelas X tambahan masih ada, namun medan geomagnetik diperkirakan akan tetap tenang hingga 25 April, dengan kemungkinan periode gangguan singkat pada 26 April.
Para pengamat dan penggemar cuaca antariksa terus memantau perkembangan situasi ini secara real-time. Dua lonjakan besar dalam satu hari di wilayah yang sama merupakan kejadian langka, bahkan di tengah peningkatan Siklus Matahari ke-25 saat ini. Sejauh ini belum ada tanda-tanda penurunan aktivitas, sehingga 24 April masih berpotensi membawa kejutan lainnya. Semua data diperbarui secara berkala di platform khusus yang memungkinkan pemantauan radiasi sinar-X Matahari secara langsung.

