What if memories aren’t stored in your brain? 🧠 The brain ≈ 1 PB of data (~15 days of 4K video). But some recall 60 yrs in cinematic detail (~1,000 PB). At ISF, we suggest: - Your brain is the tuner. - Spacetime is the storage. - Memories may live in the universe itself. 🌌
Kerangka Matriks Memori Kuantum Mendefinisikan Ulang Waktu Melalui Pencetakan Informasi
Diedit oleh: Irena II
Sebuah paradigma teoretis baru dalam fisika fundamental mengusulkan bahwa waktu bukanlah entitas mendasar, melainkan sebuah properti yang muncul dari proses pencetakan informasi yang bersifat ireversibel di seluruh alam semesta. Perkembangan ini secara langsung berupaya menyelesaikan 'masalah waktu' yang menghambat perumusan teori gravitasi kuantum terpadu, sebuah ketidaksesuaian antara Relativitas Umum Albert Einstein dan Mekanika Kuantum.
Inti dari kerangka kerja yang berkembang ini adalah pandangan bahwa geometri ruang-waktu itu sendiri berfungsi sebagai medium penyimpanan informasi, yang secara intrinsik terjalin dengan keterikatan kuantum dan akumulasi interaksi fisik. Penelitian ini, yang menarik perhatian hingga tahun 2026, dibangun di atas fondasi teori informasi yang dirintis oleh Claude Shannon pada tahun 1940-an. Teori informasi kini diposisikan sebagai bahasa pemersatu yang menjembatani deskripsi ruang-waktu yang mulus dari relativitas dengan sifat diskret dunia kuantum. Dalam paradigma ini, ruang-waktu adalah sistem memori aktif yang merekam interaksi lokal, berbeda dari pandangan tradisional yang menganggapnya sebagai latar belakang statis.
Para peneliti, termasuk Florian Neukart dari Leiden University, telah mengembangkan kerangka kerja seperti Matriks Memori Kuantum (Quantum Memory Matrix/QMM) untuk memodelkan bagaimana informasi kuantum, seperti keterikatan, dapat dicetak secara lokal dan diambil kembali secara unitari. Eksperimen yang dilakukan pada unit pemrosesan kuantum IBM telah memberikan korelasi signifikan yang mendukung sifat dapat dibalik dan unitari dari proses pencetakan-pengambilan ini. Tokoh-tokoh kunci dalam upaya ini tersebar di institusi Eropa, termasuk Leiden University, Oxford University, dan Technical University of Vienna.
Kontribusi Natalia Ares dari Oxford University berfokus pada termodinamika informasi kuantum, sementara Marcus Huber dari Technical University of Vienna memimpin penelitian di bidang termodinamika kuantum dan keterikatan. Upaya kolektif mereka berupaya menjelaskan panah asimetris waktu—pergerakan dari masa lalu ke masa depan—dengan menyarankan bahwa urutan temporal itu sendiri muncul dari sifat ireversibel perekaman informasi, bukan semata-mata konsekuensi statistik dari entropi.
Perkembangan ini juga menawarkan perspektif baru terhadap teka-teki kosmologis, seperti Paradoks Informasi Lubang Hitam, di mana informasi yang jatuh ke lubang hitam tampaknya hilang secara permanen. Selain itu, ada usulan bahwa gravitasi mungkin merupakan fenomena yang muncul dari distribusi informasi mikroskopis di ruang-waktu, dan fenomena yang dikaitkan dengan materi gelap mungkin merupakan manifestasi dari 'bobot informasional' terakumulasi. Pada skala mikroskopis, teori-teori baru ini menunjukkan bahwa ruang, waktu, dan gravitasi mungkin muncul secara kolektif dari interaksi informasi kuantum yang saling terjerat, meskipun pertanyaan mengenai kondisi entropi rendah awal alam semesta tetap menjadi tantangan mendasar.
Sumber-sumber
Singularity Hub
FarodiRoma
www.nationalgeographic.com.es
The Emergence of Time from Quantum Information Dynamics - SciRP.org
Information theory brings us closer to better understanding quantum gravity | Space-Time from Info Project | Results in Brief - CORDIS
A New Theory Says Gravity May Come From Entropy—Which Could Lead to a Unified Theory of Physics - Popular Mechanics
Spacetime as Information: Encoding History in Geometry - Zenodo
What If Time Isn't Fundamental? A New Model Where Physics Runs on Information Processing Rates | by Florin Ghidan - Medium
Science Reader
AstroMD
The Quantum Economy Podcast
MDPI
New Scientist
ATB Digital
National Geographic
EurekAlert!
Tribiuno
Baca lebih banyak artikel tentang topik ini:
In the theoretical framework of Penrose and Hameroff, intracellular dynamics trigger quantum effects through "noise assisted transport." Biophysical photons and electromagnetic waves create a "gravitational collapse"-like effect on tryptophan molecules, forming coherent soliton


