TAU Systems: menyediakan akselerator laser-plasma ultra-cepat dan kompak generasi berikutnya
Fisika di Atas Meja: Bagaimana Rekor Delapan Jam di Berkeley Mendekatkan Era Akselerator yang Terjangkau
Penulis: Svetlana Velhush
Sudah sejak lama akselerator partikel hanya menjadi hak istimewa laboratorium nasional yang sangat besar. Untuk mempercepat elektron hingga mencapai kecepatan yang diinginkan, para fisikawan membutuhkan terowongan sepanjang berkilo-kilometer dan anggaran yang setara dengan PDB negara kecil. Namun, bagaimana jika alat canggih untuk meneliti materi ini bisa muat di dalam laboratorium universitas biasa?
TAU Systems: Menembus hambatan menuju akselerator partikel kompak | Science Summit 2024
Para ahli dari pusat BELLA di Laboratorium Berkeley kini telah selangkah lebih dekat untuk mewujudkan realitas tersebut. Mereka mendemonstrasikan pengoperasian akselerator plasma laser (LPA) yang mampu menjaga stabilitasnya selama delapan jam penuh. Bagi teknologi ini, hasil tersebut merupakan sebuah langkah maju yang sangat besar. Sebelumnya, instalasi semacam ini menyerupai mobil balap yang rewel: mereka mampu mencatatkan rekor performa, namun sering rusak atau membutuhkan penyesuaian manual setiap sepuluh hingga lima belas menit.
Apa rahasia di balik daya tahan tersebut? Para peneliti menerapkan sistem umpan balik aktif. Algoritme komputer menganalisis puluhan parameter sinar laser dan plasma setiap detik, lalu melakukan koreksi mikroskopis secara langsung. Hal ini mengubah sebuah eksperimen ilmiah menjadi instrumen yang dapat diandalkan.
Mengapa hal ini penting bagi kita? Laser elektron bebas (FEL) bekerja dengan memanfaatkan basis akselerator semacam ini. Alat ini menghasilkan radiasi sinar-X dengan kecerahan luar biasa, yang memungkinkan kita untuk secara harfiah merekam "film" tentang bagaimana molekul bergerak selama reaksi kimia atau bagaimana virus menginfeksi sel.
Saat ini, untuk melakukan penelitian semacam itu, seorang ilmuwan harus mengajukan permohonan setahun sebelumnya dan pergi ke belahan dunia lain menuju satu-satunya sinkrotron yang ada di benua tersebut. Di masa depan—dan ini bukan lagi sekadar fiksi ilmiah—diagnostik serupa dapat tersedia di pusat-pusat medis besar atau di fasilitas produksi cip teknologi tinggi.
Apakah kita siap menghadapi dunia di mana fisika fundamental tidak lagi "mahal selangit" dan menjadi alat praktis bagi para insinyur? Kemungkinan besar, transisi ini akan mempercepat pengembangan obat-obatan dan material baru lebih dari yang bisa kita bayangkan saat ini. Inilah jalan menuju demokratisasi sains tingkat tinggi.
Fisika energi tinggi secara resmi telah keluar dari batas-batas terowongan raksasa. Tim peneliti dari Pusat BELLA (Berkeley Lab Laser Accelerator) telah membuktikan bahwa akselerator plasma laser yang ringkas dapat beroperasi dengan keandalan setara peralatan industri. Selama eksperimen, instalasi tersebut mempertahankan radiasi yang stabil selama 8 jam, sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil secara fisik untuk sistem "meja" karena sensitivitas ekstrem gelombang plasma terhadap fluktuasi lingkungan sekecil apa pun.
Akselerator partikel tradisional, seperti LHC atau LCLS-II, menelan biaya miliaran dolar dan menempati lahan seluas berkilo-kilometer. Teknologi LPA-FEL menggunakan laser berkekuatan tinggi untuk menciptakan "gelombang bangun" di dalam plasma, di mana elektron "berselancar" dan memperoleh energi yang sangat besar hanya dalam jarak beberapa sentimeter. Namun, hingga saat ini, sistem tersebut menyerupai prototipe yang tidak stabil: sistem ini mampu memberikan impuls yang kuat, tetapi cepat rusak akibat pemuaian panas dan degradasi komponen optik.
Mengapa ini penting dan bagaimana ini mendekatkan kita pada sumber sinar-X "meja"
Sinkrotron tradisional dan XFEL (laser elektron bebas sinar-X) merupakan struktur raksasa dengan panjang ratusan meter hingga kilometer (misalnya, European XFEL yang mencapai 3,4 km). Fasilitas ini memakan biaya ratusan juta dolar dan hanya dapat diakses oleh pusat-pusat nasional yang besar.
Akselerator plasma laser memangkas tahap akselerasi dari hitungan kilometer menjadi hanya milimeter atau sentimeter. Jika energi elektron dapat ditingkatkan hingga ~500 MeV (target tim berikutnya), panjang gelombang radiasi akan turun menjadi 20–30 nm (UV ekstrem / sinar-X lunak). Dan di masa depan, bahkan bisa mencapai spektrum sinar-X keras.
LPA-FEL yang ringkas dapat menjadi sumber impuls sinar-X yang ultrasingkat, terang, dan koheren dalam skala "meja" atau ruangan. Hal ini akan membuka akses bagi:
- Universitas dan laboratorium kecil (untuk membuat "film molekuler", mempelajari dinamika reaksi kimia, biologi, serta ilmu material).
- Industri (pengendalian kualitas semikonduktor, nanoteknologi).
- Kedokteran dan keamanan.
Tentu saja, laser berkekuatan tinggi masih tergolong mahal, namun keseluruhan instalasinya akan jauh lebih kecil dan lebih murah dibandingkan raksasa-raksasa yang ada saat ini. LPA juga dapat berfungsi sebagai injektor berkualitas tinggi untuk fasilitas XFEL besar yang sudah ada, sehingga meningkatkan produktivitasnya.
Ini merupakan langkah yang sangat signifikan dari sekadar "mainan laboratorium" menuju teknologi yang nyata. Tim peneliti sudah mulai mengumpulkan data untuk lebih meningkatkan stabilitas dan kecerahannya. Jika tahap berikutnya (500 MeV dan sinar-X lunak) berhasil dicapai dengan keyakinan yang sama, hal ini bisa menjadi revolusi nyata dalam aksesibilitas sumber cahaya yang kuat.
Sumber-sumber
Berkeley Lab (LBNL) — официальный пресс-релиз Центра BELLA о достижении стабильности плазменных ускорителей.
Nature Physics — научная публикация о методах стабилизации лазерного кильватерного ускорения.
Physics World — аналитический обзор влияния компактных FEL на индустрию полупроводников



