Inovasi Gel Pembangkit Oksigen dari UC Riverside: Solusi Mutakhir untuk Penyembuhan Luka Kronis

Diedit oleh: Maria Sagir

-1

Dunia medis menyaksikan sebuah lompatan besar dalam teknologi perawatan kesehatan melalui penemuan terbaru dari para ilmuwan di University of California, Riverside (UC Riverside). Pada tahun 2026, tim peneliti ini berhasil memperkenalkan gel revolusioner yang memiliki kemampuan unik untuk menghasilkan oksigen secara mandiri guna mengobati luka kronis. Inovasi ini hadir sebagai solusi atas tantangan medis yang disebut hipoksia, sebuah kondisi kritis di mana jaringan tubuh yang terluka mengalami defisit oksigen yang menghambat proses pemulihan alami.

Detail mengenai penemuan ini telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal ilmiah bergengsi, Communications Materials, pada edisi Februari 2026. Secara struktural, gel ini diformulasikan dari kombinasi air dan cairan antibakteri yang bersifat biokompatibel dengan bahan dasar kolin. Keajaiban teknologi ini terletak pada sistem elektrokimianya; saat dihubungkan dengan perangkat catu daya berskala kecil, gel tersebut mampu memicu reaksi pemecahan molekul air. Proses ini menjamin ketersediaan oksigen murni yang dilepaskan secara konsisten ke area luka selama jangka waktu yang cukup lama, yakni hingga satu bulan penuh.

Keunggulan utama dari gel buatan UC Riverside ini terletak pada fleksibilitas fisiknya yang mampu mengikuti kontur dan bentuk luka secara akurat, memastikan distribusi oksigen yang merata. Pasokan oksigen yang berkelanjutan ini sangat krusial dalam dunia medis karena berfungsi ganda: menekan reaksi peradangan kronis yang sering kali menghambat penyembuhan, serta memicu proses angiogenesis. Angiogenesis sendiri merupakan pembentukan pembuluh darah baru yang sangat dibutuhkan untuk menyalurkan nutrisi ke jaringan yang sedang beregenerasi, sehingga mempercepat penutupan luka secara signifikan.

Efektivitas dari teknologi gel oksigen ini telah diuji secara mendalam melalui studi laboratorium menggunakan model hewan, termasuk tikus yang mengidap diabetes dan tikus yang sudah tua. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang sangat kontras antara subjek yang dirawat dan yang tidak. Luka pada tikus yang mendapatkan perawatan gel dengan penggantian rutin setiap minggu berhasil sembuh total dan menutup sempurna hanya dalam kurun waktu sekitar 23 hari. Di sisi lain, luka pada kelompok yang tidak mendapatkan intervensi medis ini menunjukkan perkembangan yang sangat lambat atau bahkan hampir tidak mengalami penyembuhan sama sekali.

Mengingat prevalensi luka kronis yang terus meningkat secara global, terutama yang dipicu oleh komplikasi penyakit diabetes, teknologi ini membawa angin segar bagi jutaan pasien di seluruh dunia. Masalah kesehatan ini bukan hanya membebani sistem kesehatan masyarakat, tetapi juga menurunkan kualitas hidup penderitanya secara drastis. Oleh karena itu, pengembangan gel penghasil oksigen dari UC Riverside ini dianggap sebagai strategi kesehatan publik yang sangat potensial dan transformatif. Dengan implementasi yang tepat, teknologi ini diharapkan mampu memberikan standar perawatan baru yang lebih efektif, efisien, dan mampu menyelamatkan banyak nyawa dari risiko komplikasi luka yang lebih parah.

9 Tampilan

Sumber-sumber

  • R7 Notícias

  • Dawn

  • China Daily

  • Xinhua

  • China Daily Information Co (CDIC)

  • ScienceDaily

  • Mirage News

  • ResearchGate

  • ResearchGate

  • Notícias R7

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.