Anggota Kongres Burchett Tuntut Penghentian Pendanaan AARO di Tengah Klaim Kontak Makhluk Luar Angkasa

Diedit oleh: Uliana Soloveva

Pada awal April 2026, diskusi mengenai sejauh mana pemerintah AS mengetahui dugaan kontak dengan bentuk kehidupan non-manusia dan kepemilikan teknologi canggih kembali memanas di Washington. Anggota Kongres Tim Burchett, politisi Republik dari Tennessee sekaligus anggota Satuan Tugas DPR untuk Deklasifikasi Rahasia Federal, melontarkan serangkaian pernyataan yang merujuk pada pengarahan tertutup.

Dalam wawancara pada 7 April 2026, Burchett mengeklaim bahwa para pejabat tinggi militer dan pemerintah secara tertutup telah mengonfirmasi adanya kontak dengan makhluk non-manusia serta kepemilikan teknologi sitaan yang kemampuannya jauh melampaui sains modern. Ia merinci bahwa pengarahan tersebut mencakup detail spesifik, termasuk lokasi, waktu, dan tanggal pertemuan yang diduga terjadi. Burchett, yang akan genap berusia 61 tahun pada Agustus 2026, menyatakan kesiapannya menjalani tes poligraf untuk membuktikan kebenaran ucapannya dan berpendapat bahwa keunggulan teknologi entitas tersebut justru meniadakan ancaman langsung terhadap umat manusia.

Sebagai langkah legislatif untuk melawan dugaan penyembunyian informasi, Burchett mengajukan rancangan undang-undang H.R. 8197 pada 6 April 2026. Tujuan utama dokumen ini adalah untuk membubarkan All-domain Anomaly Resolution Office (AARO) di bawah Departemen Pertahanan, yang menurut sang anggota Kongres, hanya berfungsi sebagai kedok untuk menutupi fakta. RUU tersebut mengamanatkan pembubaran AARO dalam waktu 60 hari setelah disahkan dan melarang pembentukan struktur terpusat baru untuk menangani UAP.

Tekanan terhadap badan tersebut kian meningkat menyusul instruksi Presiden Donald Trump pada Februari 2026 untuk mengidentifikasi dan memublikasikan dokumen-dokumen terkait kehidupan luar angkasa. Posisi resmi Pentagon melalui AARO selama ini secara konsisten menyatakan tidak adanya bukti publik tentang asal-usul luar angkasa dari fenomena tersebut, seraya memprioritaskan teknologi negara lawan sebagai ancaman keamanan utama. Kendati demikian, Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional (NDAA) untuk tahun fiskal 2026 telah mewajibkan laporan mengenai pencegatan UAP yang terjadi sejak tahun 2004.

Seiring dengan langkah legislatif tersebut, komunitas ilmiah pun mulai bergerak aktif. Profesor Universitas Harvard, Dr. Avi Loeb, yang sebelumnya pernah memberikan penjelasan di hadapan Kongres, menyerukan analisis ilmiah yang agresif terhadap teknologi tersebut, alih-alih hanya mempelajari data masa lalu yang verifikasinya dinilai terbatas. Loeb, pemimpin Proyek Galileo, mendesak alokasi dana besar guna mengumpulkan data ilmiah baru berkualitas tinggi menggunakan instrumen canggih, kontras dengan pendekatan AARO yang berfokus pada laporan retrospektif. Pernyataan Burchett kini menjadi katalisator bagi langkah-langkah selanjutnya di bidang transparansi publik dan keamanan nasional.

5 Tampilan

Sumber-sumber

  • MVS Noticias

  • https://news.okezone.com/

  • ColombiaOne.com

  • LatestLY

  • United States House Committee on Oversight and Government Reform

  • Psychology Today Canada

  • The Economic Times Video

  • Newsmax

  • ColombiaOne.com

  • IBTimes UK

  • LatestLY

Baca lebih banyak artikel tentang topik ini:

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.