Lonjakan Tajam XRP: Katalis ETF dan Kejelasan Regulasi di Awal Tahun 2026

Diedit oleh: Yuliya Shumai

Pada awal Januari 2026, mata uang kripto XRP menunjukkan kenaikan signifikan, melonjak sebesar 12% dan mencapai level harga 2,42 dolar AS pada tanggal 6 Januari 2026. Pencapaian ini menandai harga tertinggi aset tersebut sejak pertengahan November 2025. Kenaikan ini terjadi seiring dengan pemulihan pasar kripto secara lebih luas dan dipicu oleh tiga faktor utama: masuknya modal substansial ke dalam dana bursa (ETF) spot XRP, penembusan level resistensi teknis krusial, serta likuidasi besar-besaran posisi jual (short positions).

Data yang tersedia menunjukkan bahwa pada tanggal 5 dan 6 Januari, total arus masuk bersih ke dalam ETF XRP mencapai 48 juta dolar. Angka ini merupakan catatan tertinggi untuk arus masuk harian sejak peluncuran produk tersebut pada November 2024. Selama delapan minggu operasionalnya, dana-dana ini telah berhasil mengumpulkan sekitar 1,23 miliar dolar dari investor institusional. Selain itu, kejelasan regulasi yang tercapai setelah penyelesaian kasus antara Ripple dan Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) pada tahun 2025 turut menjadi pendorong utama reli ini, karena berhasil menghilangkan beban hukum yang telah berlangsung bertahun-tahun bagi perusahaan tersebut.

Dampak positif semakin menguat di awal tahun 2026 ketika firma konsultasi besar, PwC, secara resmi mengakui Ripple sebagai infrastruktur penting untuk layanan keuangan. Pengakuan ini secara signifikan meningkatkan kepercayaan dari kalangan pemain institusional. Analisis teknis juga mengonfirmasi sentimen pasar yang sangat optimis. XRP berhasil menembus level resistensi penting dan berhasil bertahan di atas rata-rata pergerakan 50 hari (50-day moving average), yang secara historis merupakan sinyal kuat untuk kelanjutan tren kenaikan. Akibat dari pergerakan harga yang eksplosif ini, lebih dari 250 juta dolar posisi jual dilikuidasi hanya dalam kurun waktu satu jam, yang berfungsi sebagai akselerator kenaikan yang sangat kuat.

Para analis pasar menyoroti bahwa kombinasi antara arus masuk ETF dan terobosan teknis telah meningkatkan selera risiko para pedagang secara substansial. Dalam konteks prospek jangka panjang, bank Standard Chartered, dengan mempertimbangkan integrasi Ripple dalam sistem pembayaran lintas batas, telah memproyeksikan potensi kenaikan harga XRP hingga mencapai 8 dolar pada akhir tahun 2026. Proyeksi ini mengimplikasikan peningkatan lebih dari 330% dari level penutupan tahun 2025.

Pengesahan dari PwC, yang pada Oktober 2025 melaporkan pendapatan global sebesar 56,9 miliar dolar, menegaskan pergeseran fokus dari sekadar spekulasi menjadi pengakuan XRP sebagai instrumen penyelesaian transaksi riil. Persetujuan institusional ini diperkuat oleh data dari Glassnode yang menunjukkan bahwa saldo XRP di bursa mengalami penurunan drastis sepanjang tahun 2025. Hal ini mengindikasikan bahwa banyak token telah ditarik untuk penyimpanan jangka panjang, yang pada gilirannya mengurangi likuiditas yang tersedia di sisi penjual.

Saat ini, harga XRP cenderung bergerak di sekitar 2,35 dolar, mencerminkan minat pasar yang masih tinggi pasca mencapai puncak baru-baru ini. Penyelesaian sengketa dengan SEC pada tahun 2025 secara fundamental mengubah peta persaingan, menciptakan preseden penting bagi regulasi aset digital di Amerika Serikat. Selain itu, ekspansi Ripple ke ranah stablecoin, khususnya melalui token RLUSD mereka, juga dipandang sebagai faktor pendukung penting bagi kesehatan ekosistem secara keseluruhan.

12 Tampilan

Sumber-sumber

  • NewsBTC

  • The Economic Times

  • BeInCrypto

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.