Chainlink (LINK) Diperdagangkan pada $9,21 di Tengah Adopsi Institusional RWA

Diedit oleh: Yuliya Shumai

Per tanggal 15 Februari 2026, aset kripto Chainlink (LINK) terpantau mengalami kenaikan harga yang cukup stabil, kini berada di level 9,21 dolar AS. Pertumbuhan sebesar 3,48% dalam kurun waktu 24 jam terakhir ini terjadi di tengah fase konsolidasi pasar secara menyeluruh. Walaupun menunjukkan tren positif harian, harga saat ini masih tertahan di bawah garis teknis Simple Moving Average (SMA) 20 hari yang berada di angka 9,47 dolar, sebuah indikasi bahwa tekanan jual dalam jangka pendek masih cukup terasa. Namun, kekuatan fundamental jaringan Chainlink tetap tidak tergoyahkan, didorong oleh integrasi yang kian mendalam pada sektor Real World Assets (RWA) dan volume transaksi yang signifikan, yang memberikan kontras positif terhadap ketidakpastian teknis saat ini.

Menilik lanskap teknisnya, data yang tersedia menunjukkan dinamika yang cukup kompleks. Indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini bertengger di angka 40,74, sebuah posisi netral yang menunjukkan bahwa aset belum memasuki zona jenuh beli maupun jenuh jual. Di sisi lain, histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang berada tepat di level 0,0000 mengisyaratkan adanya stagnasi pada momentum bearish. Pergerakan harga LINK yang berada di bagian bawah indikator Bollinger Bands juga mengonfirmasi adanya penyempitan volatilitas di pasar. Untuk proyeksi jangka pendek, level dukungan utama telah diidentifikasi pada angka 8,98 dolar dengan dukungan cadangan yang lebih kuat di 8,76 dolar. Sementara itu, titik resistensi terdekat berada di 9,34 dolar, dengan hambatan psikologis yang lebih kokoh pada level 9,48 dolar.

Potensi pertumbuhan jangka panjang bagi Chainlink didukung oleh berbagai pencapaian strategis di tingkat institusional sepanjang tahun 2026. Salah satu tonggak penting adalah keputusan Bank of England yang memilih Chainlink untuk berpartisipasi dalam inisiatif Synchronization Labs mereka. Selain itu, kolaborasi dengan Ondo Finance dalam mengintegrasikan oracle Chainlink untuk mendukung operasional saham tokenisasi serta Exchange-Traded Funds (ETF) semakin memperkuat posisi tawar proyek ini. Langkah-langkah ini menegaskan peran krusial Chainlink dalam ekosistem RWA, sebuah sektor yang diprediksi memiliki nilai pasar potensial mencapai 16 triliun dolar. Sergey Nazarov, salah satu pendiri Chainlink, pada Januari 2026 sempat mengungkapkan bahwa jaringan ini telah sukses memproses nilai transaksi yang melampaui 27 triliun dolar dan menjadi tulang punggung bagi sekitar 70% sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Mengenai proyeksi harga di masa depan, para analis dari Coinbird dalam laporan mereka pada 10 Februari 2026 memperkirakan bahwa harga rata-rata tahunan Chainlink untuk tahun 2026 bisa mencapai kisaran 22,20 dolar. Sementara itu, data dari pengguna Binance untuk periode Maret 2026 menunjukkan ekspektasi yang lebih moderat, dengan rentang harga antara 11,92 dolar hingga 20,79 dolar, dan nilai rata-rata konsensus sebesar 16,35 dolar. Dengan harga pasar saat ini yang berkisar di angka 9,21 dolar, instrumen ini dianggap menawarkan rasio risiko dan keuntungan yang cukup menarik bagi para pemegang jangka panjang. Investor yang lebih berhati-hati disarankan untuk memantau area masuk di rentang 8,80 hingga 9,00 dolar. Untuk mengonfirmasi terjadinya pembalikan arah atau breakout yang kuat, diperlukan volume perdagangan harian yang melampaui 25 juta dolar, dengan target penembusan utama di batas atas Bollinger Bands pada level 11,71 dolar.

Pengakuan dari lembaga keuangan global terhadap Chainlink Labs, termasuk partisipasi aktif mereka dalam komite penasihat baru CFTC, semakin memperkokoh kredibilitas proyek ini di mata investor tradisional. Kemitraan strategis dengan Ondo Finance, di mana Chainlink berperan sebagai penyedia oracle resmi untuk sekuritas tokenisasi, membuktikan kegunaan praktis teknologi ini dalam memungkinkan aset tradisional digunakan sebagai kolateral dalam protokol DeFi. Integrasi ini memanfaatkan Cross-Chain Interoperability Protocol (CCIP) milik Chainlink, sebuah teknologi yang telah diakui secara resmi oleh World Economic Forum (WEF) sebagai solusi krusial bagi masalah fragmentasi dalam dunia blockchain. Upaya ini mencerminkan visi besar untuk menciptakan infrastruktur pasar modal masa depan yang lebih efisien. Oleh karena itu, meskipun saat ini terjadi stagnasi teknis dalam jangka pendek, faktor-faktor fundamental yang berkaitan dengan tokenisasi aset dan adopsi institusional masif menjadi landasan kuat bagi pertumbuhan nilai yang signifikan di masa depan.

3 Tampilan

Sumber-sumber

  • blockchain.news

  • Blockchain.News

  • CoinGape

  • MEXC News

  • Chainlink

  • Binance

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.