Bitcoin Tembus 90.000 Dolar di Tengah Euforia Pasar Kripto Awal 2026
Diedit oleh: Yuliya Shumai
Lanskap pasar mata uang kripto global menunjukkan tanda-tanda kebangkitan yang signifikan pada hari-hari pertama tahun 2026. Sorotan utama adalah keberhasilan Bitcoin (BTC) menembus level psikologis 90.000 Dolar Amerika Serikat dengan meyakinkan. Data menunjukkan bahwa pada tanggal 5 Januari 2026, mata uang kripto terkemuka ini mencapai titik tertinggi intraday di angka 91.350 Dolar.
Dinamika harga ini, menurut laporan yang beredar, bertepatan dengan beberapa perkembangan geopolitik, termasuk aksi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat di wilayah Venezuela. Meskipun ada kekhawatiran awal mengenai potensi ketidakstabilan makroekonomi yang mungkin timbul, aset digital ini menunjukkan ketahanan yang patut dicatat terhadap faktor eksternal. Fenomena ini oleh sebagian analis ditafsirkan sebagai indikasi bahwa pasar kripto telah mencapai tingkat kedewasaan yang lebih tinggi.
Seiring dengan kenaikan Bitcoin, Ethereum (ETH) berhasil mempertahankan posisinya, bertahan stabil di atas ambang batas 3.000 Dolar. Pasar altcoin secara lebih luas merespons dengan kenaikan substansial. Secara khusus, koin meme mencatatkan lonjakan signifikan, berkisar antara 20 hingga 30 persen. Ini menandakan bahwa minat spekulatif di sektor tersebut telah kembali memanas. Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan, pada saat laporan ini dibuat, telah meningkat sebesar 1%, mencapai total 3,2 triliun Dolar, yang menggarisbawahi tren positif yang dominan di awal tahun ini.
Perhatian para investor kini mulai beralih ke proyek-proyek infrastruktur yang bertujuan memperluas kapabilitas fungsionalitas Bitcoin. Salah satu contohnya adalah proyek lapisan kedua (Layer-2) Bitcoin Hyper ($HYPER), yang mengadopsi Virtual Machine Solana (SVM) untuk menjamin kecepatan transaksi yang sangat tinggi. Proyek ini berhasil mengumpulkan lebih dari 30 juta Dolar selama fase prapenjualan. Arsitektur inovatif ini dirancang untuk memperluas kegunaan Bitcoin melampaui perannya sebagai penyimpan nilai semata, memungkinkan pelaksanaan operasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang kompleks serta peluncuran aplikasi terdesentralisasi (dApps).
Proyeksi mengenai arah pergerakan pasar di masa depan masih menyajikan pandangan yang beragam. Seorang analis dari Rundumbitcoin berpendapat bahwa Ethereum masih sangat undervalued. Analis tersebut memproyeksikan kisaran harga ETH antara 7.000 hingga 10.000 Dolar sepanjang tahun 2026, didasarkan pada kemajuan pesat dalam solusi jaringan yang sedang dikembangkan. Sementara itu, Tom Lee, seorang veteran Wall Street yang menjabat sebagai Ketua BitMine, menyamakan pemulihan saat ini dengan titik balik penting Bitcoin pada tahun 2017. Lee menyebut ETH sebagai salah satu peluang investasi paling menjanjikan dalam dekade ini, didorong oleh tren tokenisasi dan adopsi institusional yang masif.
Lebih lanjut, perkiraan yang lebih konservatif datang dari Standard Chartered, yang menetapkan target harga ETH sebesar 7.500 Dolar untuk tahun 2026. Target ini didasarkan pada peningkatan partisipasi dari pemain institusional dan perkembangan positif seputar Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis Ethereum. Namun, tidak semua pihak bersikap optimistis. Beberapa pengamat pasar memilih pandangan yang lebih hati-hati, mengantisipasi pasar bearish yang berkepanjangan hingga musim gugur, dengan merujuk pada siklus empat tahunan tradisional setelah peristiwa halving Bitcoin. Meskipun pasar jangka pendek berfokus pada peningkatan infrastruktur, visi jangka panjang, seperti yang sering ditekankan oleh tokoh seperti Vitalik Buterin, tetap menyoroti kebutuhan mendesak untuk meningkatkan desentralisasi pada jaringan Ethereum.
8 Tampilan
Sumber-sumber
FinanzNachrichten.de
Phemex News
Best Crypto Presales for 2026 - Our Top 3 List
This $0.013 Presale Is Emerging as the Best Crypto to Buy this January: Here's Why
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
