
OpenAI Amankan Kontrak Departemen Perang AS di Tengah Krisis Keamanan Anthropic dan Inovasi Chip Nvidia
Diedit oleh: Tatyana Hurynovich

Pada hari Jumat, 27 Februari 2026, OpenAI secara resmi mengumumkan pencapaian strategis melalui penandatanganan kontrak dengan Departemen Perang Amerika Serikat (DoW). Kesepakatan ini menjadi langkah krusial dalam upaya mengintegrasikan model kecerdasan buatan mutakhir ke dalam infrastruktur jaringan federal yang bersifat tertutup. CEO OpenAI, Sam Altman, memberikan konfirmasi bahwa perjanjian tersebut memuat protokol keamanan yang sangat ketat, termasuk pelarangan total terhadap aktivitas pengawasan massal internal. Selain itu, terdapat mandat yang mengharuskan adanya kendali manusia dalam setiap proses pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penggunaan kekuatan militer, termasuk pada pengembangan sistem persenjataan otonom. Kesepakatan yang difinalisasi di Washington ini semakin mengukuhkan dominasi OpenAI sebagai mitra strategis di sektor pertahanan, terutama di tengah dinamika persaingan industri yang kian memanas.
Jauh sebelum kesepakatan ini, tepatnya pada Juli 2025, Departemen Pertahanan AS telah mengalokasikan dana kontrak masing-masing sebesar 200 juta dolar kepada OpenAI, Anthropic, Google, dan xAI untuk riset AI di bidang keamanan nasional. Namun, langkah terbaru OpenAI ini terjadi di tengah krisis keamanan yang mengguncang kompetitor mereka, Anthropic. Selama periode Desember 2025 hingga awal Januari 2026, seorang peretas anonim dilaporkan mengeksploitasi model Claude milik Anthropic untuk melancarkan serangan siber sistematis terhadap berbagai institusi pemerintah di Meksiko. Insiden tersebut mengakibatkan kebocoran data sensitif sebesar 150 gigabyte, yang mencakup informasi dari 195 juta pembayar pajak di bawah otoritas SAT, serta data pemilih dan dokumen dari catatan sipil nasional.
Berdasarkan hasil investigasi yang dirilis oleh Gambit Security, pelaku serangan menggunakan kemampuan Claude untuk mengidentifikasi kerentanan sistem dan menyusun kode eksploitasi. Setelah mencapai batas kemampuan output Claude, peretas tersebut kemudian beralih menggunakan ChatGPT untuk melakukan pergerakan lateral di dalam jaringan target guna memperluas akses. Curtis Simpson, selaku Chief Strategist di Gambit Security, menekankan bahwa insiden ini menjadi bukti nyata bagaimana teknologi AI telah menurunkan hambatan masuk bagi kelompok kriminal siber untuk melakukan serangan yang sangat canggih, meskipun serangan ini belum secara resmi dikaitkan dengan aktor negara tertentu. Di sisi lain, otoritas Meksiko seperti SAT dan INE sempat membantah adanya peretasan, sebuah langkah yang dinilai menghambat proses evaluasi kerusakan data secara menyeluruh.
Keberhasilan OpenAI dalam mengamankan kontrak ini juga dipengaruhi oleh persepsi Pentagon terhadap Anthropic, yang dianggap sebagai "risiko rantai pasokan" akibat kebijakan pembatasan internal mereka yang sangat kaku. Pada 27 Februari 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan instruksi kepada seluruh lembaga federal untuk menghentikan penggunaan teknologi dari Anthropic. Trump menuduh perusahaan tersebut mencoba mendikte persyaratan kepada Departemen Perang melalui pembatasan akses mereka. Fenomena ini memicu reaksi unik di Silicon Valley, di mana sejumlah karyawan dari Google dan OpenAI justru menyuarakan dukungan terhadap sikap etis Anthropic. Mereka mendesak pimpinan perusahaan masing-masing agar tidak memberikan akses militer tanpa batas, yang mencerminkan adanya ketegangan internal mengenai batasan moral dalam pengembangan AI untuk tujuan perang.
Di luar persaingan kontrak militer, industri teknologi juga tengah menantikan inovasi perangkat keras terbaru dari Nvidia. Perusahaan tersebut dijadwalkan menggelar konferensi GTC di San Jose pada 16 hingga 19 Maret 2026. CEO Nvidia, Jensen Huang, menjanjikan peluncuran chip generasi terbaru yang diklaim akan memberikan lompatan performa yang luar biasa bagi dunia teknologi, dengan fokus utama pada arsitektur yang dikenal dengan kode "Rubin." CFO Nvidia, Colette Kress, telah mengonfirmasi bahwa sampel awal dari akselerator Vera Rubin sudah mulai dikirimkan kepada mitra terpilih, dengan target distribusi massal pada semester kedua tahun ini. Selain itu, spekulasi mengenai investasi ekuitas langsung senilai 30 miliar dolar dari Nvidia ke OpenAI semakin menguat, sebuah langkah strategis yang diprediksi akan menyatukan kekuatan raksasa perangkat keras dengan pengembang model AI paling berpengaruh di dunia.
7 Tampilan
Sumber-sumber
Reuters
Reuters
Bloomberg Business
India Today
Wikipedia
KuCoin
Mint
The Economic Times
Meta Builds AI Infrastructure With NVIDIA
AMD Breaks Nvidia's AI Monopoly: 5 Chip Stocks to Own | Investing.com
Nvidia signals deeper push into CPUs as AI workloads evolve | Domain-b.com
Nvidia says its next-generation AI chip platform to be rolled out in 2026 - Investing.com
HawkEye
The Star
Mint
Hindustan Times
Dark Reading
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.



