Pandangan Baru tentang Semesta: Geometri Ruang-Waktu sebagai Sumber Percepatan Kosmik

Penulis: an_lymons

Percepatan alam semesta

Dalam kosmologi modern, percepatan ekspansi alam semesta secara tradisional diasumsikan berasal dari pengenalan energi gelap hipotetis. Energi ini diperkirakan menyumbang sekitar tujuh puluh persen dari total materi-energi di kosmos. Namun, keharusan untuk menambahkan suku secara manual ke dalam persamaan Friedmann standar—yang diturunkan dari teori relativitas umum Einstein—selama ini dianggap kurang memuaskan dari sudut pandang matematis.

Pada penghujung tahun 2025, sebuah terobosan teoretis diajukan oleh sekelompok peneliti. Mereka menawarkan pendekatan geometris alternatif yang berakar pada gravitasi Finsler sebagai solusi potensial untuk teka-teki mendasar ini. Tim riset ini, yang melibatkan fisikawan Christian Pfeiffer dari Pusat Teknologi Antariksa Terapan dan Mikrogravitasi (ZARM) di Universitas Bremen, Jerman, bersama rekan-rekannya dari Universitas Transylvania di Brasov, Rumania, memusatkan perhatian pada perluasan teori relativitas umum (GR).

Gravitasi Finsler, yang telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir, memanfaatkan deskripsi geometri ruang-waktu yang lebih kaya. Hal ini memungkinkan pemodelan perilaku gravitasi materi, khususnya gas, dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan GR standar. Perluasan geometri ini adalah inti permasalahannya, sebab ia memungkinkan kita untuk meninjau kembali hakikat percepatan kosmik. Ketika teori gravitasi Finsler diterapkan pada persamaan Friedmann, hasilnya adalah apa yang disebut persamaan Finsler-Friedmann, yang menunjukkan temuan mengejutkan.

Persamaan yang telah dimodifikasi ini secara inheren memprediksi ekspansi alam semesta yang dipercepat, bahkan dalam kondisi vakum, sehingga sepenuhnya menghilangkan kebutuhan untuk memperkenalkan suku energi gelap tambahan. Christian Pfeiffer menggarisbawahi bahwa perspektif geometris baru mengenai masalah energi gelap ini membuka jalan baru untuk memahami hukum alam di alam semesta dengan lebih baik. Karya ilmiah mereka, yang dipublikasikan dalam Journal of Cosmology and Astroparticle Physics, menegaskan bahwa percepatan tersebut mungkin merupakan sifat fundamental dari geometri ruang-waktu itu sendiri, bukan hasil dari gaya kosmik yang belum teridentifikasi.

Kerangka teoretis yang diletakkan dalam penelitian ini menyiratkan bahwa geometri ruang-waktu dapat menjadi motor penggerak percepatan. Ini merupakan pergeseran paradigma yang radikal. Dalam pendekatan geometris ini, berbeda dengan model standar di mana energi gelap dimasukkan secara manual untuk menyelaraskan dengan pengamatan, percepatan muncul dari dinamika ekspansi itu sendiri, yang ditentukan oleh persamaan Finsler-Friedmann. Meskipun demikian, tim peneliti menyimpulkan bahwa pendekatan geometris mereka konsisten dengan data pengamatan melalui pemodelan dan simulasi, meskipun pengujian eksperimental lebih lanjut masih sangat diperlukan untuk konfirmasi definitif.

Saat ini, memasuki tahun 2026, penelitian dan verifikasi terhadap model teoretis ini terus berlanjut, menantang pandangan kosmologis yang sudah mapan. Meskipun penelitian ini tidak mengklaim dapat sepenuhnya menyingkirkan energi gelap, ia mengemukakan bahwa setidaknya sebagian dari percepatan yang teramati dapat dijelaskan melalui deskripsi gravitasi yang lebih mendalam dan bernuansa, yang didasarkan pada struktur ruang-waktu yang diperluas. Institusi yang terlibat, termasuk ZARM di Universitas Bremen dan Universitas Transylvania di Brasov, terus mengembangkan perangkat matematika yang berpotensi menulis ulang pemahaman kita tentang evolusi kosmik. Usulan teoretis yang dipublikasikan pada akhir 2025 ini menawarkan solusi matematis yang elegan untuk salah satu misteri terbesar dalam fisika, dengan mengandalkan peninjauan kembali prinsip-prinsip dasar gravitasi.

15 Tampilan

Sumber-sumber

  • физика

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.