CES 2026: Kecerdasan Buatan Mendominasi Pameran Inovasi dan Keunikan Teknologi
Diedit oleh: Tetiana Pin
Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, pameran tahunan utama untuk teknologi konsumen, kembali digelar pada 6 hingga 9 Januari 2026. Acara ini secara konsisten menampilkan spektrum luas inovasi, mulai dari kemajuan teknologi substansial hingga kreasi yang paling tidak konvensional. Meskipun banyak konsep yang diperkenalkan mungkin tidak segera mencapai pasar massal, mereka berfungsi sebagai indikator arah industri. Tema yang secara universal hadir di hampir setiap stan dan konferensi pers adalah integrasi Kecerdasan Buatan (AI) yang semakin mendalam ke dalam perangkat keras konsumen.
Ini seperti musik di mulut — secara harfiah: Lava's Lollipop Star
Di antara inovasi yang menarik perhatian adalah perangkat yang tergolong unik. Pengulas menyoroti AI Hair Clippers dari Glyde, yang dibanderol antara $150 hingga $200, yang menjanjikan potongan rambut "anti-gagal" melalui penyesuaian bilah secara real-time menggunakan AI, meskipun memerlukan pengguna untuk mengenakan ikat kepala penanda. Seattle Ultrasonics memamerkan pisau koki C-200 seharga $399 yang bergetar lebih dari 30.000 kali per detik untuk mengurangi usaha memotong hingga 50 persen dan mencegah makanan menempel pada bilah. Sementara itu, Dreame menampilkan pengering rambut yang juga berfungsi sebagai lampu lantai dengan harga sekitar $700, menggarisbawahi perpaduan fungsi yang tidak terduga dengan harga premium.
Di sisi lain spektrum inovasi, terdapat lompatan teknologi serius yang mengonfirmasi peran CES sebagai barometer tren industri. Lenovo memamerkan laptop konsep rollable ThinkPad Rollable XD, sebuah desain dengan layar OLED fleksibel 13,3 inci yang dapat memanjang menjadi 16 inci, yang diperkirakan akan dirilis pada paruh kedua tahun 2026. Keseimbangan ini penting, menunjukkan bahwa di tengah keanehan, inovasi fundamental tetap menjadi fokus utama bagi institusi seperti Lenovo, Dreame, Glyde, dan Seattle Ultrasonics.
Kecerdasan Buatan tidak hanya terbatas pada perangkat lunak, tetapi secara fisik terwujud dalam robotika yang mulai memasuki sektor industri. Boston Dynamics memperkenalkan versi komersial robot humanoid Atlas, yang ditujukan untuk manufaktur dan logistik, dilengkapi AI generatif melalui kolaborasi dengan Google DeepMind untuk pemahaman bahasa alami yang lebih baik. Robotika industri ini menandai pergeseran fokus AI dari ranah perangkat lunak murni menuju implementasi fisik yang terintegrasi. LG juga memamerkan CLOiD, robot humanoid konseptual untuk pekerjaan rumah tangga seperti melipat pakaian, meskipun perangkat ini masih dalam tahap prototipe dan pengujian keselamatan yang ketat.
Relevansi pameran ini terletak pada penentuan standar elektronik konsumen yang akan datang, menegaskan dominasi AI di hampir setiap kategori produk. Meskipun perangkat yang dirancang untuk publisitas, seperti Lollipop Star yang menggunakan konduksi tulang untuk memutar musik melalui rahang, menarik perhatian, kesimpulan utama adalah bahwa sebagian besar konsep akan mengalami evolusi signifikan sebelum peluncuran komersial. Pengamat menyarankan kehati-hatian dalam pembelian prototipe hingga produk final, seperti Samsung Galaxy Z TriFold yang diperkirakan rilis di AS pada kuartal pertama 2026, terbukti andal di pasar.
17 Tampilan
Sumber-sumber
BGR
Quartz
ZDNET
Tom's Guide
Mashable
PCMag
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
