
AirPods Max 2: Peningkatan Besar atau Sekadar Perbaikan Kosmetik yang Mahal?
Penulis: Aleksandr Lytviak

Kesimpulan utama dari kehadiran AirPods Max 2 adalah bahwa perangkat ini bukan sekadar perubahan estetika biasa, namun juga bukan sebuah produk yang benar-benar revolusioner. Apple memilih untuk mempertahankan desain ikonik dan daya tahan baterai yang sudah dikenal luas, namun akhirnya membawa headphone ini ke standar teknologi terbaru yang setara dengan lini AirPods modern lainnya. Dengan menyematkan chip H2, Apple memberikan peningkatan signifikan pada fitur ANC, menyediakan Live Translation, Conversation Awareness, Voice Isolation, Adaptive Audio, serta dukungan audio lossless dengan latensi sangat rendah melalui koneksi USB-C. Selain itu, terdapat fitur tambahan seperti gestur kepala untuk Siri dan kontrol rana kamera melalui Digital Crown. Harga perangkat ini tetap dipatok sebesar $549, dengan periode pemesanan dimulai pada 25 Maret dan penjualan resmi dijadwalkan pada awal April.
Perubahan yang paling fundamental dan menjadi jantung dari pembaruan ini adalah integrasi chip H2. Komponen inilah yang menggerakkan hampir seluruh rangkaian fitur cerdas terbaru. Dalam pernyataan resminya, Apple menegaskan bahwa AirPods Max 2 mengalami transformasi total berkat chip H2, yang dipadukan dengan amplifier baru untuk menghasilkan bass yang lebih kaya, vokal yang terdengar lebih alami, serta lokalisasi instrumen musik yang jauh lebih presisi. Salah satu klaim yang paling menonjol adalah kemampuan peredam bising aktif (ANC) yang kini diklaim hingga 1,5 kali lebih efektif dibandingkan dengan generasi pertamanya.
Dari sisi fungsionalitas praktis, beberapa fitur baru yang paling mencolok meliputi:
- Live Translation yang didukung oleh kecerdasan buatan Apple Intelligence.
- Conversation Awareness, di mana volume musik akan mengecil secara otomatis saat pengguna mulai berbicara.
- Voice Isolation yang dirancang khusus untuk meningkatkan kejernihan suara saat melakukan panggilan telepon.
- Fitur Loud Sound Reduction dan Personalized Volume untuk kenyamanan pendengaran yang lebih personal.
- Dukungan audio lossless dan latensi ultra-rendah melalui koneksi kabel USB-C.
- Gestur gerakan kepala untuk berinteraksi dengan Siri serta kendali kamera jarak jauh melalui Digital Crown.
Namun, di balik fitur-fitur canggih tersebut, terdapat beberapa aspek yang hampir tidak mengalami perubahan dan memicu perdebatan di kalangan penggemar teknologi. Apple tetap mempertahankan daya tahan baterai selama 20 jam, yang berarti tidak ada kemajuan signifikan dalam hal efisiensi energi dibandingkan model sebelumnya. Secara visual, desainnya tetap setia pada versi pertama dengan cup telinga berbahan aluminium, kecocokan posisi yang sama, dan siluet yang sangat mudah dikenali. Bahkan, harga peluncurannya tetap sama dengan harga AirPods Max saat pertama kali diperkenalkan pada tahun 2020, yaitu $549.
Hal inilah yang membuat sebagian media teknologi memberikan kritik terhadap pembaruan ini. Publikasi seperti WIRED secara terbuka menyebut langkah Apple ini sebagai pembaruan yang dianggap kurang ambisius atau sangat terlambat. Mereka menyoroti bahwa lini produk premium ini sudah terlalu lama tidak mendapatkan penyegaran, dan sekarang Apple hanya sekadar memasukkan fitur-fitur yang sebenarnya sudah ada pada model AirPods yang lebih terjangkau yang dirilis dalam beberapa tahun terakhir.
Meskipun mendapatkan kritik, AirPods Max 2 diprediksi akan tetap menjadi pusat perhatian dan bahan diskusi yang hangat di industri audio. Ini bukan sekadar pembaruan minor yang membosankan, melainkan sebuah langkah strategis untuk memperbaiki posisi produk di pasar. Sebelumnya, AirPods Max generasi pertama berada dalam posisi yang canggung: mereka adalah produk paling premium dari Apple, namun secara fitur cerdas justru mulai tertinggal dari model-model yang lebih murah. Dengan hadirnya AirPods Max 2, Apple seolah ingin menegaskan kembali bahwa headphone flagship mereka kini telah kembali ke standar yang seharusnya sesuai dengan statusnya.
Argumen terkuat untuk memiliki perangkat ini terletak pada kombinasi antara teknologi ANC yang lebih kuat, kehadiran chip H2, dan kemampuan audio lossless melalui USB-C. Bagi para pengguna yang sudah sangat terikat dalam ekosistem Apple, headphone ini bukan lagi sekadar aksesori cantik yang mahal, melainkan sebuah perangkat flagship yang benar-benar modern dan mampu bersaing di pasar audio kelas atas saat ini dengan fitur-fitur adaptif yang lebih cerdas.
Pembaruan AirPods Max 2 ini akan terasa sangat menguntungkan bagi kelompok pengguna tertentu. Anda sangat disarankan untuk melirik model ini jika saat ini masih menggunakan headphone over-ear dari merek lain namun sudah menggunakan iPhone, Mac, atau iPad sebagai perangkat utama. Perangkat ini juga menjadi pilihan ideal bagi mereka yang sangat memprioritaskan kualitas peredam bising terbaik, kejernihan suara saat melakukan panggilan, fitur adaptif yang pintar, serta kemudahan pengisian daya menggunakan kabel USB-C yang kini menjadi standar universal.
Di sisi lain, bagi Anda yang sudah memiliki AirPods Max generasi pertama dan merasa fitur-fitur lamanya masih mencukupi kebutuhan sehari-hari, pembaruan ini bisa dilewatkan dengan tenang. Jika Anda adalah tipe pengguna yang mengharapkan desain baru yang lebih ringan, daya tahan baterai yang jauh lebih panjang, atau lompatan kualitas audio yang revolusioner, AirPods Max 2 mungkin tidak akan memenuhi ekspektasi tersebut secara penuh. Bagi sebagian orang, label harga $549 seharusnya memberikan sebuah inovasi yang benar-benar baru, bukan sekadar pembaruan untuk mengejar ketertinggalan teknologi dari model-model sebelumnya.
7 Tampilan
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.


