Tems "Love Is A Kingdom"
Tems Rilis Mini-Album 'Love Is A Kingdom': Suara Kekuatan Perempuan yang Tak Lagi Bersembunyi
Diedit oleh: Inna Horoshkina One
Pada tanggal 21 November 2025, penyanyi dan produser asal Nigeria, Temsilade Opeyniyi, yang akrab disapa Tems, mempersembahkan mini-album terbarunya, “Love Is A Kingdom”. Karya ini menyajikan tujuh trek dengan durasi kurang dari dua puluh menit, namun berhasil memaparkan seluruh lanskap batinnya. Format yang dipilih terasa lebih intim dan dekat dibandingkan dengan rilisan Tems sebelumnya.
Jika album debutnya, Born in the Wild (dirilis 7 Juni 2024), dapat dianggap sebagai sebuah deklarasi tentang perjuangan untuk bertahan hidup, maka Love Is A Kingdom bertindak sebagai sebuah manifesto penerimaan diri.
Ini adalah musik di mana seorang perempuan berhenti berjuang dan berhenti berusaha memberikan penjelasan. Ia mulai menjalani hidup dari kejernihan batin yang ia miliki.
Komposisi di Dalam EP
Sekali lagi, Tems mengambil kendali penuh atas hampir seluruh proses kreatifnya. Ia bertanggung jawab penuh dalam:
Penulisan lagu
Produksi musik
Membangun ruang sonik di mana napas Lagos dan suara otentiknya terdengar tanpa topeng
Daftar treknya meliputi beberapa sorotan penting:
First: Sebuah pernyataan lembut mengenai upaya merebut kembali posisinya.
Big Daddy: Lagu yang penuh semangat dan ceria, dilengkapi dengan visualizer dari Jude Ajala.
Lagos Love: Menghubungkan kembali dengan akar, jalanan kota, dan memori masa lalu.
Is There A Reason: Puncak meditasi dalam EP ini, dikerjakan bersama produser asal Amerika, V-Ron.
Meskipun terdapat kolaborator lain seperti GuiltyBeatz, AOD, dan LONDON dalam prosesnya, secara komposisi, EP ini sangat terasa seperti Tems yang sepenuhnya mengendalikan semesta musiknya sendiri.
Secara musikal, karya ini berdiri kokoh di persimpangan antara alt-R&B, afrobeats, dan nuansa neo-soul—genre yang menjadi fondasi estetika musiknya selama ini.
Signifikansi Rilis di Momen Ini
Tahun 2025 telah terbukti menjadi tahun yang transformatif bagi karier Tems. Pencapaian signifikan yang ia raih meliputi:
Pada tanggal 2 Februari 2025, ia meraih penghargaan Grammy untuk lagu Love Me JeJe, menjadikannya artis Nigeria pertama yang berhasil membawa pulang beberapa piala Grammy dalam sejarah.
Album debutnya berhasil menembus tangga lagu di Inggris Raya, Belanda, dan Swiss.
Suaranya kini telah menjadi simbol global bagi “kejujuran Afrika” dalam musik—tanpa polesan glamor, tanpa filter, dan tanpa kerumitan yang tidak perlu.
Kini, Love Is A Kingdom bukan sekadar kelanjutan dari perjalanan kariernya, melainkan sebuah perwujudan dari kedewasaan artistik yang telah ia capai.
Tems tidak lagi berambisi untuk terdengar paling lantang; fokusnya kini adalah terdengar paling jujur. Dan dalam konteks industri musik saat ini, kejujuran tersebut memiliki daya tarik yang jauh lebih kuat dibandingkan rilisan berskala mega.
Rilisan ini menyampaikan pesan-pesan penting:
Kekuatan sejati bisa hadir dalam keheningan.
Kedalaman makna dapat terkandung dalam durasi yang singkat namun memiliki implikasi yang tak terbatas.
Akar bukanlah beban yang memberatkan, melainkan fondasi yang menopang.
Seorang perempuan yang berani mengambil kembali suaranya akan selalu mengubah peta lanskap musik.
Tems menyajikan karyanya seolah sedang membuka lembaran jurnal pribadi, namun ia melakukannya sebagai representasi suara dari benua asalnya.
Love Is A Kingdom bukan hanya sekadar sebuah EP. Ini adalah sebuah kerajaan emosi kecil di mana setiap lagu menempati posisinya dengan sempurna. Ini adalah musik tentang bagaimana cinta bukanlah sebuah wilayah untuk dikuasai, melainkan sebuah kondisi batin. Cinta adalah ruang untuk berekspresi, bukan medan pertempuran. Dan cinta adalah kesadaran, bukan kelemahan.
Sumber-sumber
Premium Times Nigeria
That Grape Juice
OkayAfrica
Tems - Wikipedia
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
