Shiva Shivam (Shiv Tandav)
AOORA Merilis 'Shiva Shivam (Tandava)': Harmoni Kosmik Antara Tradisi India dan Inovasi K-Pop
Diedit oleh: Inna Horoshkina One
Karya terbaru dari musisi Korea Selatan, AOORA, yang berjudul 'Shiva Shivam (Tandava)', berakar kuat pada inspirasi mendalam dari teks 'Shiva Tandava Stotram'. Himne Sanskerta kuno ini didedikasikan untuk tarian kosmik Dewa Siwa yang legendaris, membawa pendengar pada perjalanan spiritual melalui dimensi suara yang megah.
Konsep Tandava dalam lagu ini bukan sekadar gerakan fisik biasa, melainkan representasi dari ritme alam semesta yang agung. Di dalamnya, elemen penciptaan dan kehancuran, kekacauan dan kedamaian, serta impuls dan keheningan, melebur menjadi satu denyut nadi yang harmonis dan penuh makna bagi eksistensi manusia.
Secara musikal, komposisi ini merupakan perpaduan yang sangat kaya antara berbagai elemen suara yang melintasi batas budaya dan waktu. AOORA secara cerdas menggabungkan elemen-elemen berikut dalam karyanya:
- mantra tradisional dan nyanyian Sanskerta yang sakral
- ritme trance yang menghipnotis dan membawa suasana meditatif
- aransemen EDM modern yang dirancang khusus untuk pertunjukan panggung yang dinamis
Sentuhan tangan dingin produser FRIDAYYY memberikan dimensi baru pada lagu ini dengan menambahkan kepadatan suara yang signifikan. Dengan dinamika elektronik yang kuat, ia berhasil memperkuat dramatisasi audio, menjadikan setiap detiknya terasa lebih intens dan bertenaga bagi para pendengar setianya.
Bagi AOORA, yang memiliki nama asli Park Min-jun, perilisan ini memiliki makna simbolis yang sangat mendalam bagi perjalanan karier internasionalnya. Karya ini menandai peringatan tahun ketiga dari dedikasi dan aktivitas aktifnya di panggung hiburan India, sebuah pencapaian yang memperkuat posisinya sebagai pionir kolaborasi lintas negara.
Keberhasilan artis ini untuk menancapkan taringnya di pasar India yang kompetitif tidak lepas dari partisipasinya dalam acara realitas populer Bigg Boss Season 17. Sebelumnya, ia juga telah bereksperimen dengan genre fusion Indo-Korea melalui lagu-lagu seperti 'Holi Re Rasiya' dan 'Thi Thi Thara' yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat luas.
Saat ini, pusat kreativitas dan basis operasional utama AOORA berada di Mumbai, Maharashtra. Untuk merayakan peluncuran single terbarunya tersebut, ia menyelenggarakan sebuah presentasi tertutup di kota itu yang dihadiri oleh berbagai tokoh media, kalangan religius, serta para pemangku kepentingan utama di industri hiburan.
Hubungan diplomatik juga menjadi latar belakang menarik dalam perjalanan karier sang musisi di tanah India selama beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2023, AOORA turut serta dalam perayaan 50 tahun hubungan diplomatik antara India dan Korea Selatan, di mana serangkaian konser megah diselenggarakan dengan dukungan penuh dari departemen pariwisata negara bagian Uttar Pradesh.
Sang artis sendiri menekankan bahwa 'Shiva Shivam (Tandava)' tidak boleh hanya dipandang sebagai sebuah komposisi musik elektronik biasa yang menghibur. Ia mengajak audiens untuk merasakannya sebagai sebuah pengalaman imersif ke dalam ritme, suasana hati, dan denyut nadi internal yang membawa seseorang pada keadaan meditatif yang sangat mendalam.
Jika ditelaah lebih dalam, fenomena ini menunjukkan sesuatu yang sangat unik dalam industri musik global saat ini. Seorang artis K-pop mampu menginterpretasikan simbolisme Hindu melalui bahasa panggung elektronik untuk audiens modern yang hidup di antara tren TikTok dan tradisi kuil yang tetap terjaga kelestariannya.
Ini bukan lagi sekadar eksperimen genre musik yang bersifat sementara atau dangkal, melainkan sebuah sintesis budaya yang nyata di era globalisasi. AOORA telah membuktikan bahwa batas-batas geografis dapat dijembatani melalui kreativitas yang tulus dan rasa hormat yang mendalam terhadap tradisi lokal yang telah ada selama ribuan tahun.
Menatap masa depan, AOORA telah mengumumkan berbagai rencana ambisius untuk terus mengembangkan visi artistiknya di wilayah Asia Selatan, di antaranya:
- peluncuran video musik resmi yang artistik untuk lagu 'Shiva Shivam (Tandava)'
- serangkaian pertunjukan panggung secara langsung di berbagai kota di India dan Nepal
- kelanjutan proyek-proyek inovatif dalam jalur musik fusion Indo-Korea yang lebih luas dan eksploratif
Pertanyaan besarnya adalah, apa kontribusi nyata dari peristiwa musikal ini terhadap lanskap suara di planet kita saat ini? Ketika kita mendengarkan 'Shiva Shivam (Tandava)' sebagai sebuah napas ritme, terlihat jelas bahwa tradisi masa lalu dan modernitas masa kini tidak saling bertentangan satu sama lain.
Tandava dalam konteks ini bukanlah sekadar efek suara untuk mempercantik lagu, melainkan sebuah pengingat bahwa dalam satu denyut nadi terdapat kekuatan penciptaan dan pelarutan secara bersamaan. Musik ini berbicara kepada kita melalui tarian, mantra, dan impuls elektronik yang memicu kekuatan serta keheningan batin yang luar biasa.
Ini bukan hanya sebuah single musik biasa, melainkan sebuah proses penyelarasan diri antara aspek fisik dan spiritual pendengarnya. Melalui karya ini, tubuh diajak untuk menangkap ritme yang ada, sementara hati dibimbing untuk menemukan kebebasan yang hakiki dalam setiap getaran suara yang dihasilkan oleh sang artis.
Sumber-sumber
Prabhat Khabar - Hindi News
ET Now
Wikipedia
Outlook Respawn
Boldsky
India TV
