Pasca Kesuksesan 'Golden', EJAE Hadirkan Suara Baru Lewat Single 'Time After Time'

Penulis: Inna Horoshkina One

Waktu setelah waktu

Awal bulan Februari tahun 2026 menyuguhkan sebuah fenomena musik yang sangat langka dan signifikan bagi industri hiburan global. Ini adalah momen krusial di mana seorang seniman bertransformasi dari sekadar bagian sebuah fenomena kolektif menjadi kekuatan kreatif yang mandiri. EJAE, yang dikenal luas sebagai penulis lagu berbakat dan pemilik suara di balik kesuksesan masif KPop Demon Hunters, kini melangkah keluar untuk memperkuat eksistensinya sendiri di panggung musik internasional.

Tepat pada tanggal 6 Februari 2026, EJAE secara resmi meluncurkan single solo keduanya yang bertajuk 'Time After Time'. Karya terbaru ini terdengar seperti sebuah lompatan besar ke depan, sebuah manifestasi dari kepercayaan diri sang artis setelah meraih kesuksesan kolektif yang luar biasa. Lagu ini mencerminkan evolusi EJAE dari seorang kolaborator menjadi seorang solois yang memiliki pesan mendalam untuk disampaikan kepada dunia secara personal.

Latar belakang dari peluncuran single ini memberikan bobot emosional yang lebih dalam bagi para penggemar dan kritikus musik. Hanya berselang beberapa hari sebelum perilisan, tepatnya pada tanggal 1 Februari 2026, lagu berjudul 'Golden' yang merupakan bagian dari proyek KPop Demon Hunters berhasil meraih penghargaan Grammy dalam kategori Best Song Written for Visual Media. Kemenangan prestisius ini bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan pengakuan atas pengaruh budaya yang luas dari proyek tersebut, sekaligus memberikan landasan pacu yang kuat bagi EJAE untuk memperkenalkan visi artistik pribadinya.

'Time After Time' diposisikan sebagai sebuah lagu pop yang penuh perasaan, yang oleh banyak media internasional dikategorikan sebagai 'heartbreak anthem' atau lagu kebangsaan bagi mereka yang sedang patah hati. Namun, narasi yang dibangun di dalamnya jauh lebih kompleks daripada sekadar kesedihan biasa. Lagu ini mengeksplorasi konsep siklus waktu yang berulang, di mana emosi tertentu terus kembali menghampiri seseorang hingga akhirnya perasaan tersebut tidak lagi menjadi beban, melainkan sebuah pengetahuan dan kebijaksanaan baru yang mendalam.

Kehadiran single ini juga menjadi indikator penting mengenai bagaimana dinamika industri musik modern beroperasi saat ini. EJAE menunjukkan bahwa kesuksesan di era digital memerlukan kombinasi antara kualitas karya yang murni dan strategi narasi yang kuat. Melalui perilisan ini, kita dapat melihat bagaimana elemen-elemen industri bekerja dalam ekosistem musik global:

  • Soundtrack film atau media visual kini menjadi pintu masuk utama bagi audiens untuk mengenal karakter suara baru yang autentik dan memiliki daya tarik kuat.
  • Penghargaan bergengsi seperti Grammy bukan lagi dianggap sebagai titik akhir pencapaian, melainkan gerbang pembuka menuju eksplorasi artistik yang lebih luas dan berani.
  • Viralitas sebuah karya tidak lagi dipandang sebagai pengganti kedalaman makna, melainkan sebagai akselerator yang mempercepat resonansi pesan inti kepada pendengar di seluruh dunia.

Terdapat garis merah yang sangat murni dalam perjalanan musikal ini, di mana musik berfungsi sebagai memori yang hidup bagi pendengarnya. Sesuatu yang awalnya muncul sebagai kilatan cahaya dalam sebuah harmoni kelompok besar, kini mulai beresonansi dengan intonasi individu yang sangat personal dan intim. EJAE berhasil membuktikan bahwa identitas seorang seniman dapat tumbuh subur di bawah bayang-bayang kesuksesan besar, asalkan mereka memiliki kejujuran dalam setiap nada yang mereka hasilkan.

Secara keseluruhan, 'Time After Time' memberikan kontribusi unik bagi khazanah musik dunia dengan menghadirkan apa yang disebut sebagai efek gema. Dalam lagu ini, waktu tidak digambarkan sebagai garis lurus yang terus berjalan maju meninggalkan masa lalu, melainkan sebagai lingkaran yang membawa kita kembali pada perasaan yang sama secara berulang. Hal ini dilakukan agar kita memiliki kesempatan untuk benar-benar mendengarkan, merasakan, dan memahami emosi tersebut secara utuh hingga tuntas, sebelum akhirnya kita benar-benar siap untuk melangkah ke babak berikutnya.

2 Tampilan
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.