Mariah Carey akan tampil pada upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin 2026.
Mariah Carey Buka Milano Cortina 2026: Olimpiade Pilih 'Harmony' Sebagai Tema Utama
Penulis: Inna Horoshkina One
Nama Mariah Carey identik dengan nuansa meriah musim liburan akhir tahun. Namun, sorotan akan segera beralih dari melodi Natalnya, sebab sang ikon musik global ini dipersiapkan untuk memimpin panggung utama dalam upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina 2026.
Mariah Carey - Pahlawan
Acara akbar ini dijadwalkan untuk mulai bergulir pada tanggal 6 Februari 2026, bertempat di stadion bersejarah San Siro di Milan. Pengumuman ini merupakan tonggak budaya yang signifikan, menempatkan seorang figur musik dunia di jantung perhelatan olahraga internasional tersebut.
Pihak penyelenggara menekankan bahwa peran Carey jauh melampaui sekadar mengundang selebriti papan atas. Konsep fundamental yang menaungi keseluruhan upacara adalah “Harmoni”. Tema ini menegaskan keyakinan bahwa bahasa universal musik dan olahraga mampu menjadi jembatan kuat untuk menumbuhkan inklusivitas, rasa saling menghormati, serta pertukaran budaya yang esensial antarnegara.
Penting untuk memahami visi upacara ini dengan melihat mengapa pemilihan Carey melampaui sekadar daya tarik popularitas. Pada malam pembukaan itu, San Siro akan bertransformasi dari arena yang biasa dipenuhi sorak-sorai sepak bola menjadi ruang resonansi raksasa. Tempat itu akan menjadi titik temu bagi berbagai kebangsaan, ragam bahasa, dan latar belakang personal yang unik, menyatu dalam satu irama bersama.
Dalam kerangka ini, terpilihnya Carey menjadi sangat logis. Kemampuan vokalnya memang identik dengan skala yang masif dan ketepatan nada yang sempurna. Ia memiliki bakat langka di mana musik populer mampu melampaui batasan genre dan menjelma menjadi penanda budaya bersama yang dikenal luas oleh masyarakat seluruh dunia.
Produksi acara pembukaan megah ini berada di bawah pengelolaan Balich Wonder Studio. Tim ternama ini memiliki spesialisasi dalam merancang “ritual dunia” berskala besar, memastikan bahwa tontonan visual dan makna mendasar dari upacara tersebut saling terkait erat satu sama lain.
Ada sebuah pepatah terkenal, yang sering dikaitkan dengan Beethoven, yang menyatakan bahwa musik adalah sebuah wahyu yang lebih tinggi daripada filsafat dan kebijaksanaan mana pun. Untuk konteks Olimpiade, sentimen ini terasa sangat relevan: terkadang, menyatukan manusia melalui tempo, resonansi, dan napas bersama terbukti jauh lebih efektif daripada hanya mengandalkan kata-kata yang terucap.
Harmoni, dalam konteks ini, bukanlah tentang mencapai permukaan yang mulus tanpa cela. Sebaliknya, ini adalah tentang mengelola berbagai suara yang berbeda secara terampil sehingga mereka saling melengkapi alih-alih berbenturan, yang pada akhirnya membentuk satu kesatuan yang utuh. Jika Milano Cortina 2026 benar-benar membangun upacaranya berdasarkan prinsip ini, maka ikon pop tersebut berubah dari sekadar penampil utama menjadi titik penyelarasan yang krusial. Ia melambangkan momen ketika seluruh planet berupaya memilih resonansi daripada kebisingan, berjuang menuju pemahaman kolektif.
Pada akhirnya, kemampuan manusia untuk berkumpul dalam pengalaman bersama merupakan sebuah seni tersendiri yang patut dihargai.
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
