(G)I-DLE Merilis «Mono»: Kedewasaan Minimalis Menjelang Tur Dunia Syncopation

Diedit oleh: Inna Horoshkina One

Mono (feat. skaiwater)

Pada tanggal 27 Januari 2026, grup musik global (G)I-DLE resmi meluncurkan single digital terbaru mereka yang bertajuk “Mono”. Karya ini menandai kembalinya grup tersebut ke kancah musik internasional setelah delapan bulan sejak perilisan mini album “We Are” pada Mei 2025. Melalui “Mono”, grup ini tampak mengambil langkah artistik yang berani dengan meninggalkan kemegahan eksternal demi menonjolkan inti musikalitas mereka. Ini bukanlah sebuah penolakan terhadap gaya khas mereka, melainkan sebuah upaya untuk memperlihatkan jati diri yang lebih murni, di mana pengenalan publik tidak lagi bergantung pada efek visual yang megah, melainkan pada warna vokal dan kedalaman makna.

i-dle (아이들) Digital Single [Mono (Feat. skaiwater)] Gambar konsep di balik

Para anggota yang terdiri dari Minnie, Miyeon, Soyeon, Yuqi, dan Shuhua, mendeskripsikan “Mono” sebagai sebuah lagu yang memusatkan perhatian utama pada aspek vokal dan lirik. Mereka secara sadar menghindari “kemasan berlebih” dalam proses produksinya yang biasanya sangat kompleks. Langkah ini tidak dipandang sebagai eksperimen semata, melainkan sebagai sinyal kepercayaan diri internal yang kuat. Ketika seorang artis tidak lagi merasa perlu membuktikan diri melalui volume suara yang keras, mereka mulai berbicara melalui ketepatan dan kejujuran emosional yang jauh lebih tajam.

Sisi menarik lainnya dari rilisan ini adalah adanya kolaborasi bersejarah bagi grup tersebut. “Mono” menjadi proyek pertama dalam sejarah (G)I-DLE yang melibatkan kerja sama dengan artis luar, yaitu rapper asal Inggris, Skaiwater. Kehadiran Skaiwater di sini tidak dirancang untuk mendominasi perhatian, melainkan untuk menciptakan kontras yang apik—bagaikan bayangan yang mendampingi cahaya agar kilau cahaya tersebut menjadi lebih nyata. Melalui kontras ini, pendengar dapat merasakan proses pendewasaan grup; mereka tidak memperluas spektrum musik hanya demi mengikuti tren, melainkan demi mencapai kedalaman artistik yang lebih jauh.

Di balik layar, terdapat detail-detail kecil yang menjadi bagian integral dari makna lagu ini. Miyeon mengungkapkan betapa pentingnya menjaga ruang melalui suara dan aksen visual dalam aransemen yang terkendali agar pesan lagu tersampaikan dengan baik. Minnie mengenang proses rekaman yang dilakukan berulang kali hingga ia menemukan nada yang tepat—bukan sekadar sempurna secara teknis, melainkan sempurna secara rasa dan atmosfer. Soyeon menyebut “Mono” sebagai sebuah tantangan besar karena harus keluar dari model lagu utama yang biasanya megah menuju pernyataan yang lebih lugas dan tenang, yang menuntut kejujuran lebih tinggi dari setiap anggota.

Sementara itu, Shuhua menekankan bahwa kesederhanaanlah yang memungkinkan emosi mengalir secara alami tanpa tekanan dari elemen produksi yang berat. Yuqi, dengan gaya khasnya yang lugas, merangkum seluruh energi dan ketegangan kreatif di balik lagu ini hanya dengan satu ungkapan singkat: “sangat keren.” Perpaduan perspektif dari kelima anggota ini menunjukkan bahwa “Mono” adalah hasil dari refleksi mendalam tentang posisi mereka sebagai seniman di industri musik saat ini, di mana kejujuran sering kali lebih berharga daripada sekadar tontonan visual.

Seluruh narasi dalam “Mono” ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi pembuka bagi agenda besar mereka di masa depan yang sangat dinantikan oleh para penggemar. Bersamaan dengan perilisan single ini, (G)I-DLE sedang disibukkan dengan persiapan intensif untuk memulai tur dunia keempat mereka yang bertajuk “Syncopation”. Peluncuran lagu ini seolah menjadi jembatan emosional antara karya studio yang intim dan energi yang akan mereka bawa ke panggung internasional di berbagai stadion besar dalam waktu dekat.

Kehadiran “Mono” memberikan warna baru dalam lanskap musik global saat ini sebagai sebuah pernyataan tentang kedewasaan. Lagu ini terdengar seperti proses penyelarasan sebelum menempuh perjalanan jauh; sebuah momen di mana segala hal yang tidak perlu disingkirkan untuk mendengar apa yang tetap abadi. Jika tur dunia adalah tentang keriuhan stadion, maka “Mono” adalah keheningan di dalamnya, sebuah titik di mana suara menjadi kompas penunjuk arah. Pesan yang ingin disampaikan sangat jelas: meski mereka banyak, mereka adalah SATU. Terkadang, hanya dibutuhkan satu nada yang tepat untuk mengingatkan kita akan hal tersebut.

9 Tampilan

Sumber-sumber

  • 중앙일보

  • Celeb Confirmed

  • Soompi

  • Wikipedia

  • Kpop Wiki

  • kpop official

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.