Opera Tamerlano akan dipentaskan untuk pertama kalinya bagi penonton internasional pada 10-11 January 2026 di Dubai Opera.
Dubai Opera Hadirkan 'Tamerlano' Handel dalam Interpretasi Baru yang Menjembatani Timur dan Asia Tengah
Diedit oleh: Inna Horoshkina One
Sebuah perhelatan seni kelas dunia akan segera tersaji di panggung megah Dubai Opera. Pada tanggal 10 dan 11 Januari 2026, dunia akan menyaksikan pemutaran perdana global dari versi baru opera barok karya Georg Friedrich Handel, 'Tamerlano'. Produksi ini digagas bukan sekadar pertunjukan, melainkan sebuah jembatan budaya yang menghubungkan Timur Tengah dengan Asia Tengah, sebuah kolaborasi yang sarat makna.
Inisiatif brilian ini datang dari Dana Pengembangan Seni dan Budaya Uzbekistan, yang menunjukkan betapa ambisiusnya proyek ini. Tujuannya melampaui sekadar menampilkan karya klasik; ini adalah upaya menciptakan wadah pertukaran ide, di mana tradisi-tradisi luhur tidak saling bersaing, melainkan justru saling menguatkan satu sama lain dalam harmoni yang indah.
Dunia visual panggung dipercayakan kepada sutradara Italia, Stefano Poda, seorang maestro yang dikenal memiliki bahasa artistik yang sangat terpadu. Dalam visinya, arahan panggung, desain set, kostum, pencahayaan, hingga koreografi menyatu menjadi satu kesatuan organik yang hidup. Inspirasi utama yang diangkat adalah arsitektur dan simbolisme dari era Dinasti Timurid. Dengan demikian, kisah 'Tamerlano' tidak terasa seperti gema masa lalu yang jauh, melainkan menjadi dialog puitis yang relevan dengan konteks masa kini.
Aspek musikalitas juga mendapatkan dimensi baru yang memukau. Komposer Kirill Richter telah menyiapkan versi partitur Handel yang diperbarui secara substansial. Ia memperkaya komposisi orisinal dengan menambahkan palet warna suara dari instrumen-instrumen musik rakyat Uzbekistan. Hasilnya, nuansa barok yang kental kini diselimuti oleh atmosfer Timur yang khas, seolah-olah musik tersebut kembali ke akar geografis dari narasi yang diceritakannya.
Produksi ini diprediksi akan menjadi tontonan yang monumental. Melibatkan lebih dari 160 seniman panggung, termasuk Orkestra Simfoni Nasional Uzbekistan di bawah arahan konduktor Alibek Kabdrakhmanov, Paduan Suara Negara Uzbekistan, serta ansambel 'Uzbegim'. Meskipun proyek ini merupakan bagian dari musim Dubai Opera 2025–2026 yang menampilkan lebih dari 50 produksi internasional, 'Tamerlano' versi ini dijanjikan bukan sekadar tontonan, melainkan sebuah pengalaman imersif yang mendalam bagi setiap penonton.
Lantas, apa kontribusi yang ditawarkan oleh pertunjukan ini bagi lanskap seni global? Ini adalah momen langka ketika sebuah karya klasik berhasil lepas dari statusnya sebagai artefak museum. Ia bertransformasi menjadi resonansi yang hidup. Dalam pertunjukan ini, yang bertemu bukanlah sekadar gaya musik yang berbeda, melainkan frekuensi artistik yang berbeda pula. Untuk sesaat, kita dapat merasakan betapa indahnya dunia ini jika mampu bersatu dalam satu kesatuan yang utuh.
Sumber-sumber
UzDaily.uz
The opera “Tamerlano” to Be Presented on the International Stage at Dubai Opera
DUBAI OPERA UNVEILS THE 2025-2026 SEASON REINFORCING THE CITY'S ROLE AS A GLOBAL CULTURAL CAPITAL
Tamerlano at Dubai Opera Tickets, 2026 Theatrical Performance - Platinumlist.net
Opera “Tamerlano". Kirill Richter after George Frideric Handel. - YouTube
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
