Apple Music Mengumumkan Africa Rising: Class of 2026, Enam Suara Baru dari Benua Afrika

Diedit oleh: Inna Horoshkina One

CIZA - ISAKA (6AM) dengan Jazzworx & Thukuthela (Video Musik Resmi)

Apple Music baru saja memperkenalkan jajaran artis untuk program Africa Rising: Class of 2026. Program ini didedikasikan untuk mendukung dan memperkuat gelombang baru talenta dari kancah musik Afrika. Tahun ini, 'kelas' tersebut berisikan enam penampil yang berasal dari Afrika Selatan, Kenya, Ghana, dan Nigeria. Ini bukan sekadar daftar nama; ini adalah cerminan bagaimana Afrika saat ini sedang menentukan ritme musik global, mulai dari genre afrohouse, amapiano, hingga afropop dan hip-hop alternatif.

"Damie Live" Studio Set dengan DAMIE | House Music

Program Africa Rising berfungsi layaknya sorotan lampu yang kuat. Tujuannya bukan hanya sekadar 'mengikuti tren' yang sudah ada, melainkan menciptakan lintasan karier baru bagi para artis. Apple Music menyediakan dukungan editorial, kesempatan wawancara, serta platform yang memastikan suara mereka didengar secara global, bukan hanya di tingkat lokal. Hal ini memposisikan musik mereka sebagai standar baru dalam lanskap pop dunia.

Para Bintang di Class of 2026

Berikut adalah para musisi yang terpilih dalam angkatan tahun 2026:

  • Ciza (Afrika Selatan) — Mengusung afropop/afro-soul dengan sentuhan amapiano. Lagunya yang berjudul “Isaka” telah menunjukkan potensi besar dalam melintasi batas-batas platform streaming. Album debutnya, “Ciza’s Palace”, dijadwalkan rilis pada Kuartal I 2026.
  • Damie (Nigeria) — Seorang DJ sekaligus produser yang mendeskripsikan karyanya sebagai perpaduan estetika techno dan afro-house yang mendalam secara spiritual. Musiknya dirancang sebagai sebuah pengalaman mendalam.
  • ru. (Nigeria, Abuja) — Membawa afropop yang berfokus pada penceritaan. Vokalnya mampu memikat perhatian pendengar bukan karena volume, melainkan karena narasi dan kedalaman yang ia hadirkan.
  • tg.blk (Kenya) — Menghadirkan hip-hop alternatif yang diproduksi sendiri (self-produced). Strateginya adalah menjaga aliran rilis lagu dan video yang konsisten sepanjang tahun 2026.
  • Gonaboy (Ghana) — Menggabungkan energi highlife dengan hip-hop. Meskipun berakar kuat pada tradisi lokal, penyajiannya ditujukan untuk panggung internasional.
  • Khid Ceejay (Nigeria) — Mewakili generasi baru dalam musik pop yang emosional, memadukan afrobeats dengan melodi pop kontemporer yang menarik.

Para artis terpilih ini akan mendapatkan sorotan khusus dalam edisi terbaru Africa Now Radio, acara andalan Apple Music yang dibawakan oleh Nandi Madida. Proyek ini melanjutkan semangat dari playlist Africa Now, menampilkan evolusi musik di benua tersebut secara langsung. Terlihat jelas bagaimana genre-genre saling berbaur, dan pusat gravitasi musik dunia semakin bergeser ke Afrika—bukan sebagai pelengkap atau 'eksotis', melainkan sebagai sumber inovasi masa depan.

Pengumuman ini menambahkan enam 'frekuensi penopang' baru ke dalam lanskap musik global. Ini adalah enam cara berbeda untuk mengingatkan kita bahwa musik lahir dari kehidupan, bukan semata-mata dari industri. Afrika kini terdengar bukan hanya sebagai destinasi, tetapi sebagai mesin penggerak ritme dunia. Di sini, tarian dan doa masih memiliki kedekatan erat, di mana setiap ketukan membawa makna, dan setiap melodi membawa martabat. Hasilnya, paduan suara Bumi menjadi lebih dinamis, lebih jujur, dan penuh kehadiran otentik.

15 Tampilan

Sumber-sumber

  • News Ghana

  • 2026 The Citizen

  • News Ghana

  • KAYA 959

  • Briefly.co.za

  • Apple Music

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.