Misteri Gajah Hantu Werner Herzog: Perjalanan Mencari Keabadian di Dataran Tinggi Angola

Diedit oleh: Anulyazolotko Anulyazolotko

Sutradara legendaris Werner Herzog kembali memukau penikmat film dengan dokumenter terbarunya, "The Ghost Elephants" (Gajah Hantu). Film ini mengisahkan ekspedisi Dr. Steve Boyes, seorang naturalis Afrika Selatan, dalam pencariannya untuk menemukan kawanan gajah raksasa yang legendaris di dataran tinggi Angola yang terpencil.

Perjalanan Boyes berawal dari kekagumannya pada spesimen gajah taksidermi di Smithsonian Museum, yang dikenal sebagai "Henry" atau Gajah Fénykövi. Gajah ini, yang ditembak oleh pemburu Hungaria Josef J. Fénykövi di Angola pada 13 November 1955, tercatat sebagai mamalia darat terbesar yang pernah didokumentasikan, dengan tinggi 13 kaki 2 inci dan panjang 27 kaki 6 inci. Gajah Fénykövi menjadi simbol kebesaran alam yang memicu hipotesis Boyes tentang kemungkinan adanya subspesies gajah raksasa yang belum teridentifikasi, yang dijuluki "gajah hantu".

Perjalanan Boyes membawanya ke dataran tinggi Angola, sebuah wilayah luas yang dijuluki "Sumber Kehidupan" oleh penduduk setempat. Di sana, ia bekerja sama dengan pelacak ulung dari Namibia. Wilayah Angola memiliki sejarah kelam terkait populasi gajah; perang saudara selama 40 tahun, perburuan liar, dan ranjau darat memaksa banyak gajah mencari tempat berlindung yang lebih aman di negara tetangga. Diperkirakan antara 25.000 hingga 100.000 gajah hilang di Angola tenggara selama periode konflik tersebut. Namun, Boyes dan timnya menemukan bukti bahwa sebagian dari mereka mungkin bersembunyi di hutan-hutan terpencil.

Herzog, dengan narasi khasnya, membawa penonton dalam perjalanan yang kaya akan detail, menampilkan keindahan alam Angola yang liar dan menggali kedalaman karakter manusia yang terlibat. Penggambaran para pelacak San dari Namibia, dengan bahasa klik dan nada mereka yang unik, serta pentingnya mimikri dalam budaya mereka, menambah lapisan narasi yang memikat. Film ini juga menyentuh aspek ilmiah, seperti pengumpulan sampel kotoran gajah untuk analisis DNA.

"The Ghost Elephants" diputar di luar kompetisi di Festival Film Venesia ke-82, dan dipuji karena kemampuannya menyatukan sains dan cerita rakyat. Film ini mengeksplorasi pertanyaan mendasar tentang keberadaan, mimpi, dan batas antara kenyataan dan mitos. Herzog, yang menerima Penghargaan Singa Emas untuk pencapaian seumur hidupnya di festival yang sama, sekali lagi membuktikan kejeniusannya dalam menemukan kisah-kisah luar biasa yang merangkul keajaiban dan misteri alam semesta.

Sumber-sumber

  • The Guardian

  • WGHN

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.