Walt Disney Company telah membentuk tim khusus untuk mengeksplorasi penerapan kecerdasan buatan (AI) dalam berbagai aspek operasionalnya, termasuk produksi film dan taman hiburan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan pengalaman yang lebih imersif bagi pengunjung.
Tim ini berfokus pada pengembangan aplikasi AI internal dan menjajaki kemitraan dengan perusahaan rintisan. Salah satu inisiatif yang menonjol adalah "Project Kiwi," yang menggunakan teknik pembelajaran mesin untuk menciptakan robot kecil yang meniru gerakan dan kepribadian karakter Baby Groot dari "Guardians of the Galaxy." Robot ini dirancang untuk berinteraksi dengan pengunjung di taman hiburan Disney, menawarkan pengalaman yang lebih interaktif dan menarik.
Selain itu, Disney telah mengintegrasikan teknologi AI dalam proyek-proyek lain, seperti pengembangan droid AI D3-09 di hotel Star Wars: Galactic Starcruiser. D3-09 berfungsi sebagai asisten digital yang dapat berinteraksi dengan tamu melalui layar video, memberikan informasi dan menjawab pertanyaan, serta menyesuaikan respons berdasarkan interaksi sebelumnya.
Namun, penerapan AI dalam produksi film menghadapi tantangan signifikan. Disney mempertimbangkan penggunaan AI untuk menciptakan karakter digital dalam film seperti "Moana" dan "Tron: Ares." Rencana ini dibatalkan karena kekhawatiran terkait hak cipta dan potensi dampak negatif terhadap reputasi perusahaan. Hal ini menyoroti pentingnya pertimbangan etis dan hukum dalam integrasi teknologi baru dalam industri hiburan.
Disney terus menilai dan menyesuaikan strategi AI-nya, berupaya memanfaatkan teknologi ini untuk inovasi sambil menjaga integritas kreatif dan hubungan dengan pemangku kepentingan industri.




