Yu Ohara dan Takuya Sudo Ramaikan Premiere Film 'Kisah Detektif Museum Langit'
Diedit oleh: An goldy
Pada tanggal 17 Desember 2025, sebuah acara penayangan perdana yang dinanti-nantikan untuk film berjudul 'Kisah Detektif Museum Langit' telah diselenggarakan di ibu kota. Perhelatan ini semakin istimewa dengan kehadiran aktris utama, Yu Ohara, yang menjadi sorotan utama malam itu. Film yang disutradarai oleh Akira Morokoshi ini sendiri sudah mulai tayang secara luas di seluruh penjuru negeri sejak tanggal 5 Desember 2025, dan sejak awal telah berhasil memikat perhatian penonton berkat alur ceritanya yang penuh teka-teki.
Inti cerita film ini berpusat pada kisah para detektif yang penuh empati, terseret dalam pusaran konflik yang berkaitan dengan rencana pembangunan kembali Museum Langit yang memiliki nilai sejarah tinggi di Nara. Konflik ini muncul setelah mereka berhadapan dengan seorang penjahat tunggal yang misterius. Menariknya, Yu Ohara, yang berasal dari Prefektur Nara, untuk pertama kalinya dalam kariernya mengambil peran sebagai antagonis. Langkah kreatif ini menandai evolusi penting dalam perjalanan aktingnya. Dalam kesempatan tersebut, Ohara sempat berbagi anekdot ringan yang mengundang gelak tawa hadirin, menceritakan bahwa ibunya dulunya sering berbelanja di Museum Langit yang menjadi latar cerita film tersebut.
Perlu dicatat bahwa frasa 'Museum Langit' merupakan terjemahan harfiah dari kata 'Tenmonkan' (天文館). Sebenarnya, Tenmonkan bukanlah sebuah museum dalam artian harfiah, melainkan nama kawasan pusat perbelanjaan dan hiburan yang sangat populer di Kota Kagoshima, Jepang. Kawasan ini dikenal sebagai distrik komersial bersejarah yang ramai, dipenuhi dengan arkade dan toko-toko yang menawarkan nuansa nostalgia masa lalu.
Museum Langit yang menjadi inspirasi utama, didirikan pada tahun 1889, memegang status sebagai warisan budaya yang signifikan. Bangunan utamanya menampilkan arsitektur khas era Meiji, dirancang oleh arsitek ternama Katayama Tokuma. Kemudian, pada tahun 1973, sebuah sayap baru ditambahkan berdasarkan rancangan Junzo Yoshimura, yang semakin memperkuat nilai arsitektur lokasi yang menjadi fondasi narasi film ini. Pada acara premier tersebut, Takuya Sudo, yang memerankan tokoh utama pria dan juga anggota grup idola timelesz, turut hadir. Fakta menariknya, Sudo telah menyelesaikan seluruh adegan syutingnya sebelum ia resmi memutuskan untuk bergabung dengan grup tersebut.
Ketika menjawab pertanyaan dari para jurnalis mengenai kehidupan pribadinya, Ohara mengungkapkan keterlibatannya yang aktif dalam akun media sosial resmi proyek film tersebut. Ia mengaku bahwa dirinya secara pribadi mengunggah beberapa animasi pendek buatan penggemar yang ia ciptakan sendiri. Selain itu, Ohara juga menyoroti tantangan yang dihadapinya dalam menguasai dialek Nara yang kompleks, yang banyak digunakan dalam dialog film, sebuah detail yang menambah keaslian pada karya tersebut. Para pemeran menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan nyata yang mereka terima dari masyarakat Prefektur Nara.
Alur cerita yang mengangkat isu pembangunan kembali situs bersejarah ini menyentuh topik sosial yang relevan, beresonansi kuat dengan perhatian publik terhadap pelestarian warisan budaya. Film ini tampaknya tidak hanya bertujuan untuk menghibur, tetapi juga mendorong penonton untuk merenungkan nilai-nilai masa lalu, sebuah pendekatan penceritaan yang menunjukkan kualitas narasi yang tinggi.
9 Tampilan
Sumber-sumber
nikkansports.com
nikkansports.com
日刊スポーツ_芸能
映画.com
エキサイト
映画の時間
ENCOUNT
めざましmedia
モデルプレス
映画.com
オリコンニュース(ORICON NEWS)
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?
Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.
