Adidas secara resmi memperkenalkan model kompetisi terbaru mereka, Adizero Adios Pro Evo 3. Debutnya pun sangat menggemparkan, dengan dua rekor dunia yang langsung pecah di Maraton London menggunakan sepatu terbaru merek tersebut. Pelari asal Kenya, Sebastian Sawe, menempuh jarak 42,195 km dalam waktu 1:59:30, menjadikannya pelari pertama yang menembus batas waktu dua jam. Sementara itu, Tigist Assefa mencetak rekor dunia baru untuk kategori putri dengan catatan waktu 2:15:41.
Fitur utama dari Adizero Adios Pro Evo 3 adalah bobotnya yang luar biasa ringan, yakni hanya sekitar 97 gram per sepatu. Adidas mengklaim model ini sebagai sepatu lari paling ringan sepanjang sejarah berdirinya perusahaan tersebut. Selain itu, produsen asal Jerman ini menyatakan bahwa efisiensi lari meningkat sebesar 1,6% dibandingkan generasi Pro Evo sebelumnya, sementara desainnya tetap memenuhi standar World Athletics secara penuh. Perubahan besar juga terjadi pada bagian sol bawah. Jika versi sebelumnya mengandalkan konsep Energy Rods, model anyar ini menggunakan teknologi ENERGYRIM—elemen karbon yang menyatu langsung dengan struktur sol dalam bentuk pelek menyerupai huruf U di sepanjang tepiannya, bukan lagi berupa batang terpisah. Bagian tengah kaki depan tetap dibiarkan tanpa karbon, hanya menggunakan busa murni. Struktur ini dirancang untuk mengurangi pronasi sekaligus memberikan daya tolak kaki yang lebih responsif, sehingga fase dorongan menjadi jauh lebih efisien.
Untuk urusan peredaman, sepatu ini menggunakan busa Lightstrike Pro Evo baru, yang diklaim oleh para pengembangnya sebagai material busa paling responsif yang pernah mereka buat. Menurut data dari Adidas, material ini sekitar 50% lebih ringan daripada bahan yang digunakan pada versi lini produk sebelumnya. Selain itu, produsen menyatakan bahwa pengembalian energi di bagian kaki depan meningkat hingga 11%.
Perhatian khusus juga diberikan pada bagian atas (upper) model baru ini. Desainnya terinspirasi oleh teknologi pembuatan layar layang-layang (kite sails), yang mampu memangkas berat hingga titik terendah namun tetap menjaga kestabilan kaki saat berlari. Pada bagian sol depan, digunakan karet Continental yang menjamin daya cengkeram optimal di atas permukaan aspal.
Namun, perlu dicatat bahwa Adizero Adios Pro Evo 3 merupakan model yang sangat spesifik. Sepatu ini bahkan bisa dibilang bersifat "sekali pakai". Hal ini bukan berarti sepatu akan hancur setelah berlari sejauh empat puluh kilometer. Maksudnya adalah sepatu ini hanya mampu mempertahankan performa puncaknya selama durasi satu lari maraton penuh. Oleh karena itu, model ini tidak dipandang sebagai pilihan serbaguna untuk latihan dan perlombaan biasa, melainkan sebagai alat khusus untuk balapan tertentu demi mencapai hasil maksimal.
Adizero Adios Pro Evo 3 dibanderol dengan harga 500 dolar AS. Adidas telah merilis batch terbatas, sementara peluncuran massal model ini diperkirakan akan menyusul pada musim gugur mendatang.


