Aktivitas Gunung Puracé Kolombia Picu Peningkatan Status Waspada

Diedit oleh: Tetiana Martynovska 17

Cuplikan pertama dari Gunung Purace di Colombia menunjukkan ledakan besar, kolom abu naik hampir 1.7 km ke langit.

Gunung Berapi Puracé di Kolombia menunjukkan aktivitas signifikan pada hari Selasa, 25 November 2025, dengan melontarkan kolom abu yang dikonfirmasi oleh Servicio Geológico Colombiano (SGC).

Otoritas manajemen risiko di wilayah pengaruh Gunung Puracé berada dalam siaga tinggi setelah peningkatan sinyal seismik di kompleks pegunungan itu.

Emisi material vulkanik tersebut teramati mencapai ketinggian sekitar 1,7 kilometer di atas puncak sebelum menyebar ke arah barat dari struktur gunung berapi. Peristiwa ini terjadi tepat pada pukul 17.35 waktu setempat, dan material vulkanik dilaporkan jatuh di beberapa wilayah terdekat, termasuk di daerah pedesaan Cristales. Sebagai respons terhadap aktivitas yang terekam, SGC mempertahankan tingkat Peringatan Oranye untuk Gunung Puracé, yang mengindikasikan adanya aktivitas berkelanjutan dan fluktuasi pada parameter yang dipantau. Tingkat Oranye ini menandakan variasi dalam aktivitas vulkanik yang sedang terjadi dan berpotensi meningkat, meskipun belum mencapai tahap erupsi eksplosif penuh.

Pemantauan seismik intensif terus dilakukan untuk mendeteksi perubahan perilaku gunung. Dalam beberapa minggu terakhir, SGC secara konsisten mencatat sinyal seismik yang berkaitan dengan pergerakan fluida internal di bawah permukaan, termasuk Tremor dan gempa berfrekuensi Panjang (Long Period earthquakes), yang sering menjadi prekursor pergerakan magma atau fluida hidrotermal. Aktivitas seismik yang meningkat, termasuk tremor amplitudo yang sempat meninggi pada Januari 2025, telah menjadi perhatian utama SGC, menekankan bahwa pemantauan berkelanjutan terhadap pergerakan magma dan potensi pelepasan gas adalah prioritas utama untuk keselamatan publik di wilayah Cauca.

Gunung Puracé merupakan bagian dari Kompleks Vulkanik Los Coconucos, yang mencakup sembilan gunung berapi komposit lainnya. Erupsi eksplosif kecil hingga sedang telah sering dilaporkan sejak tahun 1816 Masehi. Menyikapi kondisi saat ini, pihak berwenang setempat mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat untuk tidak mendekati zona atas gunung berapi karena potensi emisi abu intermiten dan fenomena vulkanik lainnya yang lazim terjadi pada status peringatan tersebut.

Wilayah sekitar Puracé, seperti Paletará dan Popayán, sebelumnya telah melaporkan bau sulfur dioksida yang signifikan dari aktivitas gunung berapi di masa lalu, menunjukkan jangkauan dampak gas vulkanik. Pengawasan ketat oleh SGC, yang juga memantau gunung berapi aktif lain seperti Nevado del Ruiz, menjadi krusial dalam mencegah dampak buruk yang lebih luas terhadap populasi di zona bahaya. Kompleks vulkanik ini dibangun di atas massa dasit yang membentang sekitar 13 km dari barat laut ke tenggara, dengan Puracé memiliki kawah puncak berdiameter 600 meter.

Sumber-sumber

  • Diario Occidente

  • Semana

  • ELHERALDO.CO

  • La Nación

  • El Noticion

Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?

Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.