Volume Transfer Stablecoin Tembus $1,8 Triliun pada Februari 2026 Seiring Lonjakan Utilitas USDC
Diedit oleh: Yuliya Shumai
Ekosistem digital global mencatat sejarah baru pada Februari 2026 dengan total volume transfer stablecoin yang menyentuh angka fantastis sebesar 1,8 triliun dolar AS. Pencapaian rekor tertinggi sepanjang masa ini tidak hanya mencerminkan adopsi dolar yang ditokenisasi yang semakin meluas, tetapi juga menandai pergeseran signifikan dalam preferensi pengguna. Menurut data dari firma analitik Allium, terjadi peningkatan frekuensi penggunaan USD Coin (USDC) yang cukup mencolok jika dibandingkan dengan kompetitor utamanya, Tether (USDT).
Kontribusi USD Coin, yang diterbitkan oleh Circle Internet Group, sangat dominan dengan menyumbang 1,26 triliun dolar atau sekitar 70 persen dari total volume di bulan Februari. Di sisi lain, volume transfer USDT pada periode yang sama tercatat sebesar 514 miliar dolar. Simon Dedic, salah satu pendiri Moonrock Capital, mengamati bahwa USDC secara konsisten melampaui Tether dalam hal volume transfer selama beberapa bulan terakhir. Hal ini mengindikasikan kecepatan perputaran uang yang lebih tinggi pada setiap unit USDC, yang didorong oleh sentimen regulasi positif serta peningkatan likuiditas di pasar kripto.
Memasuki awal Maret 2026, aktivitas pencetakan token USDC baru menunjukkan tren yang sangat agresif dengan lebih dari 3 miliar dolar diterbitkan hanya dalam minggu pertama. Dari jumlah tersebut, sekitar 250 juta dolar dicetak di jaringan Solana, yang kini menjadi infrastruktur kunci bagi sistem pembayaran stablecoin. Pada tanggal 5 Maret, aliran masuk stablecoin ke bursa terpusat mencapai 5,14 miliar dolar, sehingga total emisi di bursa melonjak menjadi 66,5 miliar dolar pada akhir pekan tersebut, menandai level tertinggi dalam tiga minggu. Fenomena ini bertepatan dengan harga Bitcoin yang sempat mendekati angka 74.000 dolar AS, memperkuat pola historis di mana arus masuk stablecoin ke bursa sering kali menjadi pemicu kenaikan harga aset kripto utama.
Di sisi regulasi, negara bagian Florida mengambil langkah progresif dengan disahkannya Senate Bill 314 (SB 314) secara aklamasi oleh Senat negara bagian. Langkah ini menetapkan kerangka kerja regulasi tingkat negara bagian pertama di Amerika Serikat yang khusus mengatur stablecoin pembayaran. Undang-undang ini, yang kini tinggal menunggu tanda tangan Gubernur Ron DeSantis, menyelaraskan aturannya dengan GENIUS Act di tingkat federal. Regulasi tersebut menegaskan bahwa stablecoin pembayaran tertentu tidak akan diklasifikasikan sebagai efek (securities), namun tetap mewajibkan para emiten untuk mematuhi standar ketat terkait pencegahan pencucian uang.
Kinerja korporasi Circle turut memperkuat dominasi USDC di pasar, di mana perusahaan melaporkan pertumbuhan pendapatan total dan pendapatan cadangan sebesar 77% menjadi 770 juta dolar AS pada kuartal keempat tahun 2025. Selama periode tersebut, Circle membukukan laba bersih sebesar 133 juta dolar. Selain itu, volume transaksi on-chain USDC melonjak drastis sebesar 247% menjadi 11,9 triliun dolar, menunjukkan bahwa penggunaan stablecoin ini telah melampaui aktivitas perdagangan di bursa dan mulai merambah ke sektor pembayaran dunia nyata.
Sejak diluncurkan pertama kali pada September 2018, evolusi USDC mencerminkan tren yang lebih luas di mana stablecoin yang didukung aset fiat bertransformasi menjadi mekanisme penyelesaian utama untuk pengiriman uang lintas batas. Perkembangan ini memberikan sinyal kuat bahwa sektor aset digital sedang bergerak menuju peran yang lebih strategis sebagai lapisan penyelesaian global (global settlement layer). Dengan integrasi teknologi blockchain dan kepatuhan regulasi yang semakin matang, masa depan transaksi keuangan internasional tampaknya akan semakin bergantung pada infrastruktur digital yang efisien ini.
8 Tampilan
Sumber-sumber
NewsBTC
NewsBTC
The Florida Senate
Baca lebih banyak berita tentang topik ini:
Apakah Anda menemukan kesalahan atau ketidakakuratan?Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sesegera mungkin.



